Nabire, 31 Oktober 2025, Faktanabire.com — Anggota DPR Papua Tengah dari Dapil Paniai, Fransiskus Magai, tanggapi aksi demonstrasi KOMAM-Paniai tolak kehadiran pasukan marinir TNI AL yang beroperasi di Distrik Ekadide dan wilayah Paniai.
Menurut Fransiskus, masyarakat merasa resah dan takut dengan keberadaan marinir di wilayah pedalaman yang seharusnya bukan wilayah operasi mereka.
“Kami juga menolak kehadiran pasukan marinir di Kabupaten Paniai. Karena marinir ini teritorialnya di laut. Jadi ada apa sampai marinir bisa naik ke gunung dan beroperasi di daerah pedalaman?” ujar Fransiskus di Nabire, Jumat (31/10).
Ia menyebut, kehadiran pasukan tersebut tidak hanya menimbulkan pertanyaan, tapi juga membuat masyarakat hidup dalam ketakutan.
“Masyarakat jadi takut, karena marinir ini datang menempati fasilitas-fasilitas umum seperti puskesmas, bahkan beroperasi setiap malam. Ini mengganggu kenyamanan warga,” ungkapnya.
Fransiskus menilai kondisi keamanan di Paniai sebenarnya cukup aman tanpa perlu tambahan pasukan non-organik. Ia menegaskan bahwa Kodim dan Koramil di tiap distrik sudah cukup menjaga ketertiban.
“Cukup ada Kodim dan perwira penghubung di Kabupaten Paniai. Itu sudah aman. Tidak perlu lagi pasukan non-organik yang justru membuat masyarakat takut,” tegasnya.
Ia pun meminta Panglima TNI dan Presiden Prabowo Subianto untuk segera menarik pasukan marinir dari wilayah tersebut.
“Kami minta Panglima TNI dan Presiden untuk segera menarik pasukan non-organik, khususnya marinir, dari Kabupaten Paniai. Masyarakat di Ekadide sudah panik dan tidak bisa beraktivitas dengan baik karena pasukan ini beroperasi dengan perlengkapan lengkap,” tutup Fransiskus.







