Bupati Nabire Mengapresiasi TNI Atas Suksesnya TMMD ke-125 Kodim 1705/Nabire

Nabire, 21 Agustus 2025, Faktanabire.com — Bupati Nabire, Mesak Magai, menghadiri upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-125 Kodim 1705/Nabire yang digelar di Kampung Manunggal Jaya, Distrik Makimi, pada Kamis (21/8).

Bupati Mesak mengungkapkan bahwa sejak ditunjuk sebagai daerah yang disasar program TMMD, Pemerintah Kabupaten Nabire sudah menyatakan kesiapan dan dukungan terhadap pelkasanaan program TMMD.

Bacaan Lainnya

“Di tahun 2024, saya diundang oleh Dandim, kita ikut pertemuan dengan Mabes lewat vicon atau zoom, bahwa Kabupaten Nabire merupakan salah satu daerah yang ditunjuk menjadi program TMMD. Jadi pada saat itu kita sampaikan bahwa kami siap membekap, mendanai untuk kegiatan TMMD di tahun 2025,” ungkapnya saat di wawancarai awak media.

Ia menilai hasil pembangunan yang dikerjakan di Kampung Manunggal Jaya luar biasa, sangat besar manfaatnya bagi masyarakat, meski anggarannya terbatas.

“Kalau saya lihat dari besaran anggaran, anggarannya itu kecil. Tetapi pembangunan yang dibangun di sini, Gereja, pagar, rumah pastori, MCK, air, dan sebagainya ini sangat besar manfaatnya,” ujarnya.

Selain pembangunan fisik, TMMD ke-125 juga memberi kontribusi dalam bidang non-fisik, seperti pembekalan wawasan kebangsaan bagi masyarakat.

“Non-fisik ini menjadi bekal penting dalam memperkuat persatuan dan kesadaran masyarakat  Kabupaten Nabire, lebih khusus di Distrik Makimi,” jelas Mesak.

Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat, Bupati Mesak menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan TMMD.

“Oleh sebab itu saya, atas nama pemerintah daerah, dan atas nama masyarakat Kabupaten Nabire, terutama di Kampung Manunggal Jaya, Jemaat Talitakum menyampaikan terima kasih dan penghargaan. Terima kasih kepada Pangdam hari ini sudah resmikan penutupan kegiatan TMMD di Nabire,” ucapnya.

Bupati Mesak menegaskan bahwa program TMMD ke depan akan diarahkan untuk membantu wilayah pedesaan yang masih lemah secara ekonomi.

“Ketika ada program seperti itu kita juga akan lihat kawasan-kawasan pedesaan yang dimana kemampuan umatnya itu lemah. Itu yang kami akan perhatikan,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *