Intan Jaya, 22 Agustus 2025, Faktanabire.com — Anggota DPR Papua Tengah, Henes Sondegau, melaksanakan agenda reses kedua di daerah pemilihannya, Intan Jaya. Dalam kesempatan tersebut, Henes fokus menyerap aspirasi para guru yayasan Katolik yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelayanan pendidikan di wilayah itu.
Reses diawali dengan pertemuan bersama para guru dari Yayasan Katolik PSW YPPK Telemans, dari tingkat SMP, SD hingga TK. Pertemuan berlangsung di bawah pendampingan aparat keamanan serta dihadiri Asisten III Sekda Intan Jaya.
Menurut Henes, banyak keluhan yang muncul dari para guru, terutama terkait kesejahteraan tenaga pendidik non-ASN.
“Sebelumnya, honor guru yayasan ini rutin berjalan. Namun sejak 2024 dihentikan. Mereka berharap pemerintah daerah bisa mengaktifkan kembali pembayaran honor agar kebutuhan mereka dapat terpenuhi,” jelasnya.
Selain masalah honor, para guru juga mengusulkan penyediaan jaringan internet Starlink di setiap sekolah. Koneksi internet dinilai sangat penting untuk mendukung kegiatan pembelajaran, rapat virtual, serta penginputan data pendidikan (Dapodik).
Isu lain yang menjadi perhatian adalah kondisi fisik bangunan sekolah yang membutuhkan rehabilitasi. Para guru berharap agar pemerintah kabupaten maupun provinsi segera melakukan perbaikan demi mendukung proses belajar-mengajar yang layak.
Dalam kesempatan itu, Henes juga menyoroti kinerja Dinas Pendidikan Kabupaten Intan Jaya yang dinilai tidak maksimal. Ia bahkan menyarankan agar kepala dinas dievaluasi.
“Bila perlu Kepala Dinas Pendidikan dievaluasi jika diperlukan diganti. Selama ini visi dan misi bupati tidak dijalankan dengan baik. Padahal pendidikan ini sangat penting untuk merubah wajah Intan Jaya maupun Papua Tengah,” tegas Henes.
Henes menambahkan, sektor pendidikan harus menjadi prioritas, sejalan dengan visi pembangunan pemerintah kabupaten maupun provinsi.
“ Saya akan perjuangkan ini karena hanya lewat pendidikanlah masa depan Intan Jaya bisa lebih baik,” tutupnya.







