Nabire, 17 Juni 2025 – Turnamen Badai Cartenzs Cup V (TBCC V) Tahun 2025 yang diselenggarakan di lapangan Sapta Marga Kodim Nabire, memasuki babak 8 besar setelah 20 tim bersaing ketat dibabak penyisihan group.
Berikut daftar tim yang berhasil melaju ke 8 besar:
Grup A : Isele Putra FC dan Lima Putra FC
Grup B : Dogiyai Star FC dan PS Sific FC
Grup C : Cartenz FC dan Aibore Putra FC
Group D : All Star Nabire FC dan Bintang United
Ketua Panitia Turnamen sekaligus Ceo Badai Cartenzs, Henes Sondegau, S.T., menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan turnamen hingga babak penyisihan berakhir dengan lancar. Ia mengatakan bahwa seluruh tahapan pertandingan berjalan baik dan aman, serta mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat dan penonton.
“Saya bersyukur kepada Tuhan karena Turnamen Badai Cartenzs ini bisa berjalan dengan baik, mulai dari babak penyisihan hingga hari ini. Kami akan rehat satu hari pada Kamis, dan panitia akan melakukan persiapan lapangan di Sapta Marga Kodim Nabire menjelang laga 8 besar,” ujarnya.
Menurutnya, delapan tim yang lolos ke babak 8 besar adalah hasil terbaik dari persaingan empat group,Panitia akan menggelar technical meeting bersama delapan tim peserta 8 besar pada hari Rabu, untuk memastikan kesiapan dan menyepakati teknis pertandingan lanjutan.
“Laga 8 besar akan dimulai hari Kamis di Lapangan Sapta Marga Kodim Nabire. Kami mohon semua tim menjaga semangat sportifitas dan fair play. Ini penting untuk mendukung kemajuan sepak bola kita di Nabire dan Papua Tengah secara umum,” tegas Henes.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim yang telah berpartisipasi dan telah menyelesaikan pertandingan di babak penyisihan. Meskipun tidak semua lolos ke babak selanjutnya, kontribusi mereka telah memberi warna dan semangat kompetisi dalam turnamen ini.
“Untuk tim yang tidak lolos, kami atas nama panitia ucapkan banyak terima kasih atas partisipasi dan kontribusinya. Ini bukan akhir, tapi bagian dari proses pembinaan dan semangat kompetisi yang sehat,” tambahnya.
Henes juga mengapresiasi kerja seluruh panitia TBCC V yang dinilai sudah semakin profesional. Dari penataan lapangan, penerapan regulasi PSSI, hingga keamanan pertandingan yang tertib, semua berjalan maksimal.
“Panitia bekerja semaksimal mungkin dan hasilnya mendapat respon positif dari masyarakat. Ini menunjukan bahwa turnamen ini bukan sekadar pertandingan, tetapi juga menjadi ajang persaudaraan dan kebanggaan bersama,” kata Henes.
Ia berharap turnamen ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas sepak bola di Nabire. “Sepak bola tidak boleh stagnan, harus terus berkembang. Kami ingin turnamen seperti ini menjadi agenda tahunan yang makin berkualitas dari waktu ke waktu,” tutupnya.







