Yahukimo. Faktanabire.com __ Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) melalui siaran pers resmi mengklaim bertanggung jawab atas serangan bersenjata yang terjadi di Pos TNI Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, Papua, pada Sabtu dini hari, 17 Mei 2025.
Menurut laporan yang diterima oleh Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB, serangan dilakukan oleh pasukan Kodap XVI Yahukimo dari Batalyon Wosem yang bekerja sama dengan pasukan khusus TPNPB Kodap III Ndugama Derakma. Aksi penembakan tersebut berlangsung sekitar pukul 05.00 WIT, dan menurut pernyataan mereka, mengakibatkan tujuh anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) tertembak di lokasi kejadian.
Komandan Batalyon Wosem, Mayor Nabianus Kerebea, menyampaikan bahwa pihaknya siap bertanggung jawab penuh atas penyerangan tersebut. Dalam pernyataannya, ia juga mengimbau kepada Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI agar tidak melakukan penangkapan dan penembakan secara sembarangan terhadap warga sipil.
“Kami yang melakukan serangan ini, bukan masyarakat sipil,” tegas Kerebea dalam keterangan tertulis yang diteruskan oleh Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom.
TPNPB menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari perjuangan bersenjata yang mereka lakukan untuk menuntut pengakuan kemerdekaan Papua dari Indonesia. Mereka mengklaim bahwa Papua telah merdeka sejak 1 Desember 1961 dan menyatakan akan terus melakukan perlawanan hingga kemerdekaan itu diakui secara resmi oleh pemerintah Indonesia.
“Kami akan terus berdiri sebagai pagar negara bangsa Papua untuk melindungi rakyat dan sumber daya alam kami dari penjajahan oleh negara asing, termasuk Indonesia,” demikian bunyi siaran pers tersebut.
Dalam penyerangan ini, Panglima Kodap XVI Yahukimo, Brigjen Elkius Kobak, disebut sebagai salah satu pihak yang bertanggung jawab, bersama dengan jajaran pimpinan nasional TPNPB-OPM, antara lain:
* Jenderal Goliath Tabuni, Panglima Tinggi TPNPB-OPM
* Letjen Melkisedek Awom, Wakil Panglima TPNPB-OPM
* Mayjen Terianus Satto, Kepala Staf Umum
* Mayjen Lekagak Telenggen, Komandan Operasi Umum
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi dari pihak TNI maupun pemerintah Indonesia terkait klaim yang disampaikan oleh pihak TPNPB.
