Tidak Ada Intimidasi Saat Aksi SPWP, Kapolres Nabire: Flyer Yang Beredar Berita Bohong

Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, saat memberikan keterangan terkait flyer yang beredar itu hoaks, di Mapolres Nabire, Senin (12/10/2026).

NABIRE – Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu menegaskan bahwa flyer yang mencatut nama Solidaritas Pelajar West Papua (SPWP) dengan narasi “Stop Diskriminasi, Intimidasi, dan Teror terhadap Pelajar yang Terlibat dalam Aksi Penolakan MBG” merupakan hoaks atau berita bohong.

Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian telah memberikan pelayanan dan pengawalan kepada para pelajar yang menyampaikan aspirasi terkait penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada bulan lalu.

Bacaan Lainnya

Menurut Samuel, Polres Nabire mengawal langsung para pelajar sejak dari titik kumpul di Pasar Karang dan arah Wanggarigo hingga menuju Kantor Dinas Pendidikan.

“Kami telah memberikan pelayanan terbaik dan melakukan pengawalan penuh kepada para pelajar saat menyampaikan aspirasi. Personel kami bahkan berjalan bersama mereka dari titik kumpul hingga ke Dinas Pendidikan,” tegas Samuel di Mapolres Nabire, Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, kepolisian tetap membuka ruang bagi seluruh kelompok masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung maupun melalui surat. Polres Nabire, kata dia, siap menerima aspirasi dari kelompok mana pun, termasuk kelompok yang sebelumnya menggelar aksi demonstrasi di wilayah Nabire.

Kami tetap membuka diri dan menerima penyampaian aspirasi dari siapa pun. Kami juga siap memberikan pengawalan langsung di lapangan agar kegiatan penyampaian pendapat berlangsung aman dan tertib,” ujarnya.

Samuel juga mengingatkan pihak-pihak tertentu agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terlebih jika informasi tersebut berpotensi memicu kesalahpahaman dan memperkeruh situasi di tengah masyarakat.

“Kami mengimbau oknum-oknum yang sengaja menggunakan flyer tersebut untuk memperkeruh situasi agar segera menghentikan kegiatannya. Jangan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya karena dapat menimbulkan keresahan,” katanya.

Untuk mengantisipasi penyebaran informasi yang tidak benar, Polres Nabire bersama Satuan Intelijen dan Keamanan (Satintelkam) akan terus melakukan koordinasi serta klarifikasi terhadap setiap selebaran maupun informasi yang beredar di masyarakat.

Langkah tersebut bertujuan memastikan keaslian informasi, termasuk mengklarifikasi apakah flyer yang beredar benar-benar berasal dari SPWP atau dibuat oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab.

“Kami akan terus berkoordinasi dan melakukan klarifikasi terhadap setiap informasi atau selebaran yang beredar. Kami ingin memastikan apakah informasi tersebut benar berasal dari SPWP atau ada pihak lain yang sengaja ingin mengacaukan suasana,” tutup Samuel.

Polres Nabire mengajak masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta memeriksa kebenaran setiap informasi sebelum menyebarkannya.

Kepolisian juga menegaskan komitmennya untuk mengawal penyampaian aspirasi masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku demi menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Nabire.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *