Tekan Penularan HIV/AID, KPA Papua Tengah Didukung Penuh Gubernur Meki Nawipa

Nabire, 15 Agustus 2025, Faktanabire.com — Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki Frits Nawipa tatap muka bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA).

‎Pada momentum itu, Gubernur Meki Nawipa mendengarkan langsung KPA Papua Tengah memaparkan lisan sigap kerja disertai langkah-langkah guna menekan angka kasus HIV/AIDS.

Bacaan Lainnya

‎Ketua KPA Papua Tengah, Freny Anouw mengatakan, guna melancarkan kerja sosialisasi dan edukasi HIV/AIDS ke masyarakat luas pihaknya mematangkan kerjasamanya.

‎”Pertama, bahwa kami KPA mengajak semua pihak. Dan, kami telah melakukan kerjasama ke sejumlah pihak,” kata Freny.

‎Ia menjelaskan agar gencar melakukan sosialisasi dan edukasi, maka menertibkan faktor pendukung memicu dampak penularan.

‎Data yang dihimpun KPA Papua Tengah tempat-tempat hiburan, peredaran Minuman Keras (Miras), Narkoba, Ganja, merupakan faktor dapat menghilangkan kesadaran bahaya HIV/AIDS.

‎”Oleh karena itu, KPA telah teken Memorandum of Understanding (MoU) bersama sejumlah pihak,” pungkas Anouw.

‎Anouw menyatakan MoU bersama ini merupakan bukti sinergitas perangi penyakit penularan termasuk HIV/AIDS.

‎”Dewan Muslim Indonesia (DMI), Perwakilan Gereja, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Papua Tengah, itu sudah teken MoU,” jelasnya.

‎Ketua KPA mengungkapkan telah bertemu Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Papua Tengah.

‎”Polda dan Disdikbud Papua Tengah menerima kami secara baik, dan banyak hal telah kami berdiskusi guna sigap bersama,” ungkap Freny.

‎Untuk Polda dan Satpol PP tambah Freny akan berperan bersama dalam sosialisasi KPA.

‎Sementara itu untuk Disdikbud Papua Tengah, KPA akan fokus bekerjasama untuk membuat modul pendidikan.

‎”Ini agar dimasukkan dalam pembelajaran muatan lokal (mulok) melalui kurikulum pembelajaran di sekolah-sekolah,” tambah Ketua KPA.

‎Freny menuturkan Dinas Kesehatan sudah menjadi mitra utama dalam penanganan HIV/AIDS.

‎KPA berharap dengan memperkuat sinergi Keamanan, Agama, Pendidikan, dan Kesehatan, masyarakat makin sadar pentingnya hidup sehat dan mencegah penularan HIV/AIDS.

‎Pada kesempatan itu, Sekertaris I KPA Papua Tengah, Leonardus Magai meminta petunjuk jadwal Gubernur terkait giat KPA menyelenggarakan Fokus Grup Diskusi (FGD).

‎”KPA Papua Tengah akan menyelenggarakan giat dalam penyusunan Modul Mulok yang dimasukkan dalam kurikulum, pada tanggal 23 Agustus 2025 pekan depan,” pinta Magai.

‎KPA Papua Tengah akan teken MoU bersama Dinas Sosial dan Admindukcapil Papua Tengah.

‎Sementara itu, Gubernur Meki Nawipa menyatakan dukungan menekan penyakit menular.

‎”HIV/AIDS, Sipilis, TB, Malaria, ini penting untuk ada sosialisasi dan edukasinya. KPA nanti fokus memberikan pemahaman ke semuanya,” pesan Gubernur.

‎Menurut Gubernur, dimulai dari diri sendiri, keluarga, agar memahami pentingnya pencegahan lebih awal.

‎”Nasihat moral dari orang tua kepada anak, kesadaran atas diri sendiri bahaya penyakit menular ini penting,” pungkas Orang Nomor Satu Papua Tengah.

‎Gubernur mengajak semua pihak terlebih khusus Pemerintah Kabupaten agar gandeng KPA masing-masing kabupaten guna memberikan Sosialisasi-Edukasi.

‎”KPA nanti kamu harus benar-benar fokus Sosialisasi-Edukasi, dan kerja-kerja lainnya setiap kabupaten percayakan KPA masing-masing daerah,” pinta Meki.

‎Pertemuan itu diharapkan dalam memberikan kemajuan dalam kerja-kerja menekan angka penyakit menular, termasuk HIV/AIDS.

Pos terkait