Stella Misiro Apresiasi Gotong Royong Jemaat Anugerah Lewat Makan Sumbang Keladi

Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Stella Misiro, usai kegiatan makan sumbang bakar batu keladi di halaman gereja Jemaat Anugerah, Jalan SP 2 Kilometer 5, Waroki, Nabire Barat, pada Kamis (29/10/2026).

NABIRE, FaktaNabire.com – Anggota DPR Provinsi Papua Tengah, Stella Misiro, mengapresiasi semangat gotong royong Jemaat Anugerah, Gereja Kingmi di Tanah Papua, Klasis Wanggar, yang menggelar kegiatan makan sumbang bakar batu keladi pada Kamis (29/10/2026).

Jemaat Anugerah menggelar kegiatan tersebut di halaman gereja, Jalan SP 2 Kilometer 5, Waroki, Nabire Barat, untuk menggalang dana guna menyelesaikan pembangunan pagar gereja yang saat ini telah mencapai sekitar 50 persen.

Bacaan Lainnya

Stella Misiro menyampaikan apresiasinya setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai, inisiatif jemaat mengelola sumber daya yang tersedia dan melibatkan seluruh anggota jemaat menjadi contoh nyata semangat kemandirian dan gotong royong dalam mendukung pembangunan rumah ibadah.

“Langkah yang dilakukan ini tidak melihat siapa orang besar yang ada di dalam jemaat, tetapi bagaimana keterlibatan semua jemaat untuk mengambil bagian dari hal-hal kecil dalam setiap proses pembangunan,” kata Stella.

Menurutnya, Jemaat Anugerah telah menunjukkan bahwa pembangunan dapat berjalan melalui partisipasi bersama tanpa harus bergantung sepenuhnya pada bantuan dari pihak luar.

Ia juga mendorong masyarakat di Papua Tengah untuk menerapkan budaya serupa dengan memanfaatkan potensi yang tersedia di lingkungan masing-masing.

“Jemaat ini mempunyai lahan, mempunyai tenaga yang Tuhan kasih, mempunyai tanah yang subur. Mereka bisa menanam keladi, sayur, dan menyediakan kayu bakar. Sumber daya yang ada ini mereka manfaatkan, lalu memasak dan makan bersama,” ujarnya.

Stella menambahkan, kegiatan makan sumbang tersebut juga membuka ruang bagi jemaat dan para tamu undangan untuk memberikan sumbangan secara sukarela tanpa paksaan.

Ia menilai pola tersebut sebagai bentuk kemandirian yang perlu terus dikembangkan agar masyarakat terbiasa mengoptimalkan potensi sendiri sebelum mengharapkan bantuan dari pihak lain.

“Pada prinsipnya, budaya ini harus kita terapkan di mana saja, terutama di Papua Tengah. Supaya kita menghilangkan mental meminta-minta, tetapi belajar melakukan terlebih dahulu apa yang bisa kita lakukan. Nanti Tuhan akan menyempurnakan atau melebihkan,” tegasnya.

Stella juga mengungkapkan bahwa kegiatan makan sumbang yang pertama telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Dalam kegiatan sebelumnya, jemaat memanfaatkan jagung yang mereka tanam di halaman gereja sebagai bahan utama untuk makan bersama sekaligus menggalang sumbangan.

Berdasarkan laporan panitia yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, makan sumbang pertama berhasil menghimpun dana lebih dari Rp100 juta.

“Artinya, apa yang mereka lakukan, sumber daya yang Tuhan kasih mereka kelola, dan Tuhan sendiri yang tambah-tambahkan,” ungkap Stella.

Kini, Jemaat Anugerah kembali menggelar makan sumbang dengan memanfaatkan keladi dan sayur-mayur hasil kebun mereka. Melalui kegiatan kedua ini, jemaat berharap dapat menghimpun sumbangan kasih untuk melanjutkan pembangunan pagar gereja hingga selesai.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa semangat gotong royong, pemanfaatan sumber daya lokal, dan keterlibatan seluruh anggota jemaat dapat menjadi kekuatan penting dalam mendukung pembangunan di lingkungan gereja maupun masyarakat luas.

Pos terkait