NABIRE, FaktaNabire.com — Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua, Jemaat Anugerah, Klasis Wanggar, menggelar kegiatan makan sumbang bakar batu keladi pada Kamis (29/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di halaman gereja, Jalan SP 2 Kilometer 5, Waroki, Nabire Barat, itu bertujuan menggalang dana untuk menyelesaikan pembangunan pagar gereja.
Ketua Panitia Pembangunan Pagar Gereja Jemaat Anugerah, Anis Labene, mengatakan bahwa kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kebersamaan dan keterlibatan seluruh jemaat dalam mendukung pembangunan rumah Tuhan.
Ia menjelaskan, Jemaat Anugerah memilih mengembangkan semangat gotong royong dengan melibatkan seluruh anggota jemaat, mulai dari menanam, memanen, hingga menikmati hasilnya bersama. Dengan cara itu, jemaat tidak hanya bergantung pada bantuan tokoh tertentu, tetapi bergerak bersama untuk mendukung pelayanan gereja.
“Prinsip utama yang kami pegang di Jemaat Anugerah adalah bagaimana semua jemaat dapat mengambil bagian. Kami tidak hanya mengharapkan ketergantungan kepada tokoh-tokoh tertentu di dalam gereja, tetapi secara kolektif seluruh jemaat mengambil bagian untuk bersama-sama mengerjakan pekerjaan Tuhan,” kata Anis.
Ia mengungkapkan, kegiatan makan bersama yang mereka laksanakan sebelumnya berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp100 juta. Jemaat memperoleh dana tersebut melalui hasil panen jagung yang mereka tanam di lahan sekitar gereja, kemudian menggelar makan bersama sebagai bentuk syukur sekaligus upaya menggalang dukungan pembangunan.
Dana tersebut membantu panitia memulai pembangunan pagar gereja secara bertahap. Jemaat telah mengerjakan bagian kanan, bawah, belakang, hingga sisi samping pagar sehingga sejumlah bagian kini sudah tersambung.
Anis mengatakan, panitia masih harus menyelesaikan beberapa bagian pagar, termasuk pemasangan pagar besi. Dari sekitar 18 bagian yang tersisa pada salah satu sisi, sebanyak 13 bagian telah selesai dibuat dan siap dipasang.
“Bagian yang belum terselesaikan inilah yang hari ini ingin kita kejar bersama-sama. Kami berharap melalui kebersamaan ini, pekerjaan pagar gereja dapat terus berjalan hingga selesai,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar, jemaat, serta seluruh pihak yang datang dan memberikan dukungan dalam kegiatan tersebut. Dukungan itu tidak hanya berupa uang, tetapi juga bahan makanan, sirih pinang, tenaga, waktu, dan keterlibatan dalam menyiapkan hidangan bakar batu.
“Atas nama pribadi dan panitia, kami tidak dapat membalas semua kebaikan Bapak dan Ibu. Namun, kami percaya setiap dukungan yang diberikan dengan tulus merupakan bagian dari pelayanan kepada Tuhan. Tuhan yang akan memberkati kita semua,” tuturnya.
Anis menegaskan bahwa setiap bentuk partisipasi memiliki nilai yang sama di hadapan Tuhan. Menurutnya, jemaat yang tidak memiliki kemampuan memberikan sumbangan uang tetap dapat berkontribusi melalui tenaga, waktu, dan bentuk pelayanan lainnya.
“Bagi yang memiliki uang, kita bisa memberikan sumbangan. Namun, bagi yang tidak memiliki uang, kita tetap bisa mengambil bagian melalui tenaga dan pelayanan. Semua itu sama nilainya di mata Tuhan,” katanya.
Ketua Klasis Wanggar, Pdt. Karel Kogoya, turut menekankan pentingnya menjaga tradisi kebersamaan yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur orang Papua.
Menurutnya, semangat hidup bersama, membangun bersama, dan menikmati hasil bersama merupakan nilai penting yang harus terus dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam pelayanan gereja.
Ia mengajak seluruh jemaat untuk menjadikan kebersamaan sebagai dasar dalam membangun kehidupan iman, memperkuat persaudaraan, dan menyelesaikan berbagai pekerjaan pelayanan.
“Kebersamaan merupakan dasar kehidupan orang Papua yang diwariskan oleh para leluhur. Kita harus terus hidup bersama, membangun bersama, dan menikmati hasilnya bersama,” demikian pesan yang disampaikan Pdt. Karel.
Ia juga mengingatkan jemaat agar senantiasa mengandalkan Tuhan melalui doa dan iman dalam setiap usaha yang mereka lakukan. Dengan iman yang kuat, persatuan, serta kerja sama, jemaat dapat menghadapi berbagai tantangan dan mewujudkan harapan bersama.
Pdt. Karel menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas persatuan yang terus terpelihara di tengah masyarakat Papua. Ia mendorong jemaat untuk mempertahankan semangat saling mendukung, melayani, dan bekerja sama agar setiap pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik.
Melalui kegiatan makan sumbang bakar batu keladi ini, Jemaat Anugerah Klasis Wanggar tidak hanya berupaya mengumpulkan dana untuk pembangunan pagar gereja, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong, persaudaraan, dan pelayanan bersama.
