Nabire, 17 Oktober 2025, Faktanabire.com – Serangan brutal yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya kembali terjadi di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Sembilan orang menjadi korban, terdiri atas lima warga sipil dan empat anggota Polri, dalam aksi brutal di kawasan Kali Semen, Wadio Atas, Distrik Nabire Barat, pada Jumat (17/10/2025) sekitar pukul 10.00 WIT.
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K. mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, penyerangan tersebut kuat dugaan dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata di bawah pimpinan Aibon Kogoya.
“Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, penyerangan ini kuat dugaan dilakukan kelompok bersenjata pimpinan Aibon Kogoya,” ujar Kapolres.
Peristiwa pertama terjadi saat rombongan pegawai Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Nabire menuju Topo untuk memeriksa proyek jalan. Saat melintas di Km 20 Kali Semen, rombongan tiba-tiba dihujani rentetan tembakan dari arah hutan.
“Pelaku menembaki kendaraan dari arah depan dan kiri-kanan jalan,” jelas Kapolres.
Salah satu korban yang melintas menggunakan sepeda motor mengatakan, sekitar 13 orang pelaku bersenjata laras panjang berdiri di pinggir jalan dan menembaki kendaraan. Dua peluru mengenai tangannya, namun ia berhasil menyelamatkan diri dengan berlari ke hutan.
Dalam kejadian ini, seorang warga sipil berinisial M (51) meninggal dunia akibat luka tembak di kepala, sementara empat warga lainnya mengalami luka serius.
Tim gabungan Polres Nabire dan Polda Papua Tengah segera bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi korban ke RSUD Nabire Untuk mendapatkan perawatan intensif.
Kapolres Nabire, Bupati Nabire, dan Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Alfred Papare, S.I.K. turut menjenguk para korban di rumah sakit.
Sekitar pukul 14.40 WIT, situasi kembali memanas. Saat rombongan Kapolda meninggalkan lokasi olah TKP, kelompok bersenjata kembali melancarkan serangan di area Kali Pepaya.
Kendaraan yang ditumpangi Kasat Narkoba Polres Nabire Iptu H.S. bersama empat anggota ditembaki dari arah perbukitan.
“Dua tembakan pertama mengenai kaca depan mobil Kasat Narkoba, kemudian disusul 4–5 tembakan berikutnya. Anggota langsung melakukan balasan ke arah sumber tembakan,” ungkap Kapolres.
Empat anggota Polri mengalami luka tembak dalam insiden kedua, yakni:
Iptu H.S. (45) – luka di kepala kanan dan bahu kanan.
Bripka L.M.I. (38) – luka di pundak kiri.
Briptu T.B. (26) – luka di punggung kiri.
Brigpol G.Y. (28) – luka di kepala bagian atas.
Seluruh korban telah dievakuasi ke RSUD Nabire dan kini dalam kondisi stabil.
Kapolres Nabire menegaskan bahwa aparat kepolisian bersama TNI dan pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat untuk mengamankan situasi dan mencegah serangan susulan.
“Kami langsung mengerahkan personel gabungan, mengamankan TKP, dan melakukan penyisiran di sekitar Km 17–18,” tegas AKBP Samuel Tatiratu.
Ia menambahkan bahwa aparat keamanan tidak akan mundur menghadapi aksi teror yang bertujuan mengganggu stabilitas dan aktivitas pembangunan di wilayah tersebut.
“Dugaan sementara, kelompok ini ingin menciptakan ketakutan dan mengganggu aktivitas pembangunan. Tapi kami pastikan aparat tidak akan mundur selangkah pun menjaga keamanan masyarakat,” ujarnya.
Kapolres mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan waspada, serta menunda perjalanan menuju arah Topo–Uwapa hingga situasi benar-benar aman.
“Kami mohon warga tidak melintas dulu sampai situasi benar-benar aman. Aparat masih melakukan penyisiran,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum pasti.
“Jangan sebarkan berita hoaks. Informasi resmi hanya dari kepolisian,” tambahnya.
Hingga kini, Polres Nabire meningkatkan status siaga penuh dan menempatkan aparat di titik-titik rawan. Aktivitas masyarakat di pusat kota Nabire tetap berjalan normal.
“Kami pastikan wilayah perkotaan Nabire aman dan kondusif. Aparat terus berpatroli siang dan malam demi keamanan warga,” tutup Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K.







