Nabire, 5 Agustus 2025, Faktanabire.com — Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, PT Freeport Indonesia (PTFI) menunjukkan komitmennya terhadap sektor pendidikan dan kesehatan dengan menggelar kegiatan edukasi dan pemeriksaan mata gratis bagi pelajar SMP di Kabupaten Nabire.
Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Nabire dan menyasar siswa kelas 8 dan 9 di dua sekolah, yakni SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 4 Nabire. Pemeriksaan di SMPN 1 dilangsungkan pada 5 dan 6 Agustus, sementara di SMPN 4 akan digelar pada 7 dan 8 Agustus 2025.
Khairul Zaman Putra, Senior Officer Community Health Development (CHD) PTFI, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya penggunaan media digital di kalangan siswa.
“Siswa kelas 8 dan 9 memiliki aktivitas tinggi dengan gadget dan televisi. Sebelum mereka menyadari ada gangguan pada penglihatan, kami lakukan intervensi dini melalui pemeriksaan gratis. Jika ditemukan keluhan mata seperti rabun jauh (minus) atau rabun dekat (plus), kami akan menyiapkan kacamata untuk mereka,” ujar Khairul.
Sebanyak 1.000 siswa akan discreening, dan PTFI telah menyiapkan 500 kacamata bagi siswa yang terindikasi mengalami gangguan penglihatan.
Tidak hanya itu, PTFI juga akan melanjutkan rangkaian kegiatan ini dengan operasi katarak massal yang akan dilaksanakan pada 11–13 Agustus 2025 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire. Dari total 645 pasien yang telah discreening dari 11 puskesmas, sebanyak 80 pasien akan menjalani operasi, dengan 6 pasien cadangan disiapkan untuk mengantisipasi kondisi medis tertentu seperti kadar gula darah tinggi.
Puncak acara ini akan berlangsung pada tanggal 13 Agustus 2025, dan rencananya akan dihadiri oleh Gubernur Papua Tengah, Bupati Nabire, serta Presiden Direktur PTFI.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Dra. Dina Pidjer, pada kesempatan itu menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Nabire, saya mengapresiasi kegiatan edukasi dan pemeriksaan mata gratis ini. Kegiatan ini sangat positif karena mampu mendeteksi gangguan penglihatan anak secara dini sehingga bisa segera ditangani oleh tenaga medis yang berkompeten,” ungkapnya.
Sementara itu, Yoananda Debora Dwi Maharani, Ketua OSIS SMPN 1 Nabire, mewakili rekan-rekannya mengungkapkan rasa syukur atas kegiatan ini.
“Saya merasa senang dengan kegiatan edukasi dan pemeriksaan mata gratis ini. Ini sangat membantu teman-teman yang memiliki gangguan penglihatan untuk mendapatkan penanganan secara cuma-cuma,” ujarnya.







