NABIRE, Faktanabire.com – Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengajak Majelis Ulama Indonesia (MUI) terus memperkuat persatuan umat, menjaga kerukunan, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah.
Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, melalui sambutan yang dibacakan Staf Ahli II Bidang Kemasyarakatan, SDM, dan Pengembangan Otonomi Khusus, Ukkas, S.Sos., M.KP., pada peringatan Milad ke-51 MUI di Islamic Center Nabire, Minggu (2/8/2026).
Dalam sambutan itu, Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyampaikan ucapan selamat kepada MUI yang telah memasuki usia ke-51 tahun.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Papua Tengah, saya menyampaikan Yaumul Milad ke-51 kepada Majelis Ulama Indonesia. Semoga MUI semakin kokoh menjalankan pengabdian sebagai pelayan umat dan mitra pemerintah dalam menjaga kehidupan masyarakat yang damai, rukun, dan bermartabat,” ujar Ukkas saat membacakan sambutan Gubernur.
Gubernur menilai tema Milad ke-51 MUI, “Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat,” sangat relevan dengan kondisi Papua Tengah yang memiliki keberagaman suku, agama, bahasa, dan budaya. Menurutnya, persatuan umat menjadi kekuatan moral untuk merawat kebinekaan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi berbagai tantangan sosial.
Ia menegaskan bahwa ukhuwah Islamiyah harus berjalan seiring dengan ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah basyariyah agar seluruh elemen masyarakat dapat hidup berdampingan dalam semangat persaudaraan.
“MUI memiliki peran strategis dalam menghadirkan bimbingan keagamaan yang menyejukkan, menjaga umat dari paham kekerasan dan informasi menyesatkan, serta memperkuat moderasi beragama tanpa mengurangi keteguhan dalam menjalankan ajaran agama,” katanya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah juga mengharapkan dukungan para ulama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mengatasi berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengharapkan dukungan para ulama dalam membangun kualitas sumber daya manusia, memperkuat keluarga, mencegah penyalahgunaan narkoba dan minuman keras, melindungi generasi muda, serta menumbuhkan kepedulian kepada masyarakat miskin dan kelompok rentan,” lanjutnya.
Selain itu, pemerintah mendorong MUI untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat melalui pengembangan UMKM, produk halal, kewirausahaan pemuda, dan pengelolaan potensi lokal secara produktif.
“Kemandirian ekonomi akan memperkuat martabat umat dan daya tahan keluarga,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengajak seluruh umat Islam menjaga persaudaraan di tengah perbedaan pandangan dengan mengedepankan musyawarah, tabayun, dan keteladanan. Ia mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan ruang digital untuk menyebarkan ilmu, kedamaian, dan harapan, bukan kebencian maupun perpecahan.
Menurutnya, peringatan Milad MUI harus menjadi momentum muhasabah untuk memperbarui semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Mari kita jadikan agama sebagai sumber kasih sayang, kejujuran, disiplin, dan semangat melayani sesama,” katanya.
Menutup sambutannya, Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk terus membangun kemitraan dengan MUI dan seluruh lembaga keagamaan dalam mewujudkan Papua Tengah yang maju, sejahtera, berkeadilan, damai, dan berkelanjutan.
Ia berharap rangkaian kegiatan istighotsah, tasyakuran, dan doa bersama dalam peringatan Milad ke-51 MUI membawa keberkahan bagi masyarakat Papua Tengah sekaligus memperkuat persatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.








