Nabire, 13 Desember 2025, Faktanabire.com — Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengingatkan seluruh pedagang, distributor, dan pengecer bahan pokok agar tidak menaikkan harga menjelang rangkaian hari besar keagamaan, mulai dari Natal, Tahun Baru, Imlek, hingga Lebaran.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Papua Tengah, Norbertus Mote, menegaskan pemerintah akan bertindak tegas jika menemukan pelaku usaha yang sengaja memainkan harga.
“Kami memohon kepada semua penjual, baik pengecer maupun distributor, terutama bahan pokok, agar tidak menaikkan harga. Jangan main-main dengan harga. Kalau kami temukan, kami akan bertindak,” tegas Norbertus di Nabire, Jumat (13/12/2025).
Ia menjelaskan, pemerintah sebenarnya tidak ingin sampai memberikan sanksi berat, apalagi mencabut izin usaha. Namun, langkah itu bisa ditempuh jika pelanggaran terus terjadi.
“Izin usaha itu pemerintah yang keluarkan. Kami tidak ingin sampai ke sana, tapi kami mengingatkan agar semua pedagang menjaga harga tetap stabil,” ujarnya.
Menurut Norbertus, momen Natal, Tahun Baru, Imlek, dan Lebaran merupakan hari raya besar bagi tiga agama yang harus dijaga bersama. Pemerintah ingin masyarakat dapat merayakan hari raya dengan tenang tanpa dibebani lonjakan harga bahan pokok.
“Kita harus memberi kepastian kepada masyarakat bahwa mereka bisa mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga seperti biasa. Jangan sampai karena momen hari raya, harga tiba-tiba naik dan menyulitkan sesama,” katanya.
Ia menilai harga sembako yang berlaku saat ini masih memberikan keuntungan bagi pedagang.
“Dengan harga yang ada sekarang, pedagang tetap bisa untung. Tidak perlu menaikkan harga dan menyusahkan masyarakat yang sedang bersiap merayakan hari raya,” tambahnya.
Norbertus juga memastikan ketersediaan stok bahan pokok di Papua Tengah dalam kondisi aman. Ia menyebut stok beras pemerintah melalui Bulog, termasuk beras SPHP, masih tersedia dengan baik.
“Kami sudah melihat langsung ke gudang Bulog, stoknya cukup. Pemerintah terus melengkapi kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, cabai, bawang merah, dan bawang putih,” jelasnya.
Ia meminta para distributor segera melapor jika mengalami kendala transportasi agar pemerintah bisa membantu melalui koordinasi lintas instansi.
“Kalau ada kendala pengiriman, sampaikan lebih awal. Jangan tunggu barang habis baru lapor. Kami bisa berkoordinasi dengan pelabuhan dan dinas terkait agar distribusi lancar,” ujarnya.
Pemerintah, lanjut Norbertus, akan terus melakukan pemantauan lapangan. Ia mengakui telah menerima laporan adanya kenaikan harga kecil dalam beberapa hari terakhir.
“Kami dengar ada pergeseran harga sekitar Rp2.000 sampai Rp5.000. Kami akan turunkan staf ke lapangan untuk memastikan ketersediaan barang dan harga tetap terkendali,” katanya.
Ia menegaskan, jika harga sembako melambung jauh di atas ketentuan, pemerintah tidak akan ragu menjatuhkan sanksi.
“Kalau harga melampaui batas, pasti kami tindak. Ujungnya bisa sanksi sampai pencabutan izin usaha. Kami tidak ingin itu terjadi, karena kasihan pelaku usaha,” tutup Norbertus.
