NABIRE, Faktanabire.com – Pemerintah Provinsi Papua Tengah mendorong Lembaga Masyarakat Adat (LMA) menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus rumah bersama bagi masyarakat adat dalam menjaga kedamaian dan mendukung pembangunan di Papua Tengah.
Staf Ahli Gubernur Papua Tengah Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Marthen Ukago, menyampaikan pesan tersebut saat mewakili Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dalam sambutan pada pelantikan Koordinator Wilayah LMA Provinsi Papua Tengah periode 2026–2030 di Aula RRI Nabire, Senin (14/9/2026).
Marthen mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus LMA yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa jabatan tersebut merupakan kepercayaan sekaligus amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Menurut Marthen, masyarakat adat memiliki peran penting dalam pembangunan Papua Tengah. Karena itu, LMA perlu menjaga kekayaan budaya, bahasa, nilai kekeluargaan, dan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
“Karena itu saya berharap lembaga masyarakat adat benar-benar menjadi rumah bersama bagi masyarakat adat,” ujar Marthen.
Ia meminta LMA aktif mendengar aspirasi serta berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat adat. Marthen mendorong LMA mengedepankan pendekatan adat dan dialog dalam menyelesaikan setiap persoalan.
Selain itu, LMA harus membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah agar kepentingan masyarakat adat dapat tersampaikan dan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Marthen juga meminta LMA tidak hanya hadir ketika terjadi konflik atau persoalan. Ia menilai lembaga adat memiliki tanggung jawab yang lebih luas, mulai dari menjaga keamanan, mendukung pendidikan generasi muda, melindungi kebudayaan, hingga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“LMA harus terlibat dalam menjaga keamanan, pendidikan generasi muda, perlindungan budaya, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta mengawal pembangunan yang memberikan manfaat bagi orang asli Papua,” tegasnya.
Marthen meminta pengurus LMA menjalankan organisasi dengan mengutamakan persatuan dan kepentingan masyarakat adat. Ia mengingatkan pengurus agar tidak membawa kepentingan pribadi maupun kelompok ke dalam organisasi.
Ia juga meminta seluruh pengurus menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah dan menghindari kekerasan.
“Ketika terjadi perbedaan, selesaikan melalui musyawarah. Jangan menggunakan kekerasan,” pesannya.
Marthen menilai para tokoh adat memiliki pengaruh besar di tengah masyarakat. Ia meminta para tokoh menggunakan pengaruh tersebut untuk menjaga kedamaian dan melindungi generasi muda Papua Tengah.
Secara khusus, ia mengajak tokoh adat mencegah anak-anak muda terlibat dalam konflik, mengonsumsi minuman keras, menggunakan narkoba, serta melakukan berbagai tindakan yang dapat merusak masa depan mereka.
“Para tokoh adat mempunyai pengaruh besar di tengah masyarakat. Gunakan pengaruh itu untuk membawa kedamaian dan menjaga anak-anak muda kita,” katanya.
Marthen mengatakan pembangunan Papua Tengah membutuhkan mitra adat yang kuat, independen, dan mampu memberikan masukan konstruktif kepada pemerintah.
Ia mengajak pemerintah dan masyarakat adat membangun kerja sama dengan mengedepankan saling menghormati, keterbukaan, dan kepentingan masyarakat.
Menurutnya, sinergi pemerintah dan lembaga adat akan membantu pembangunan Papua Tengah tetap berjalan dengan memperhatikan nilai-nilai adat serta kebutuhan masyarakat, terutama Orang Asli Papua (OAP).
“Pemerintah Provinsi Papua Tengah membutuhkan mitra adat yang kuat, independen, dan mampu memberikan masukan yang baik bagi pembangunan,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Marthen kembali mengucapkan selamat kepada para Koordinator Wilayah LMA Provinsi Papua Tengah periode 2026–2030 yang telah dilantik.
Ia meminta seluruh pengurus menjalankan amanah tersebut dengan baik dan hadir langsung di tengah masyarakat.
“Jalankan amanah ini dengan baik dan jadikanlah pemimpin yang hadir di tengah masyarakat,” pungkasnya.








