Pemkab Nabire dan BMKG Bersinergi Wujudkan Masyarakat Tangguh Bencana

Plt. Sekda, Yulianus Pasang, wakili Bupati Nabire secara resmi membuka kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) Tahun 2025 di Aula Setda Kabupaten Nabire. (Dok. Faktanabire.com)

Nabire, 17 Oktober 2025, Faktanabire.com — Pemerintah Kabupaten Nabire bersinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gelar Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) Tahun 2025

Plt. Sekda, Yulianus Pasang, wakili Bupati Nabire secara resmi membuka kegiatan tersebut yang dihadiri oleh unsur pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, dan peserta dari berbagai kalangan, di Aula Setda Kabupaten Nabire, Jumat (17/10)

Bacaan Lainnya

Dalam sambutan yang dibacakan oleh Plt Sekda, Bupati Nabire menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki arti penting bagi masyarakat Nabire yang tinggal di wilayah rawan gempa bumi.

“Kita semua menyadari bahwa Kabupaten Nabire merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki potensi kegempaan cukup tinggi karena letaknya berada di wilayah pertemuan lempeng tektonik besar,” ujar Yulianus Pasang saat membacakan sambutan Bupati Nabire.

Ia menegaskan bahwa pengalaman gempa bumi yang pernah dirasakan masyarakat Nabire menjadi pengingat akan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan dan pengetahuan mitigasi bencana.

Kegiatan Sekolah Lapang Gempabumi (SLG) ini, lanjutnya, merupakan upaya strategis BMKG dalam memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat, aparat pemerintah, dan berbagai pihak terkait mengenai langkah-langkah tepat dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami.

“Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam menghadapi bencana, menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, serta menumbuhkan budaya sadar bencana sejak dini,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Nabire memberikan apresiasi tinggi kepada BMKG atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Upaya membangun masyarakat tangguh bencana tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat”, ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Yulianus Pasang mengimbau kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan SLG dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam menjaga keselamatan diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *