Pdt. Geradus Bunai Terpilih Pimpin GKII Wilayah III Papua Tengah Periode 2026–2031

Konferensi GKII Wilayah III Papua Tengah Tahun 2026 memilih Geradus dalam forum yang berlangsung di GKII Daerah Mapia, Jemaat Bethesda Bibiyepa, Kampung Bomomani, 22–25 September 2026.

BOMOMANI, Faktanabire.com — Pdt. Geradus Bunai, M.Th. terpilih memimpin Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Wilayah III Papua Tengah periode 2026–2031. Konferensi GKII Wilayah III Papua Tengah Tahun 2026 memilih Geradus dalam forum yang berlangsung di GKII Daerah Mapia, Jemaat Bethesda Bibiyepa, Kampung Bomomani, 22–25 September 2026.

Geradus meraih suara terbanyak dari enam calon ketua yang mengikuti pemilihan. Panitia mencatat 185 suara sah tanpa suara tidak sah.

Bacaan Lainnya

Dalam rekapitulasi suara, Geradus memperoleh 55 suara atau sekitar 30 persen. Pdt. Yohakim Mote, S.Pak., M.Th. menempati posisi berikutnya dengan 48 suara atau 26 persen.

Selanjutnya, Pdt. Lokas Kadepa, S.Th., M.Th. meraih 34 suara atau 18 persen, Pdt. Merpen Nawipa, S.Th., M.Th. memperoleh 25 suara atau 14 persen, Pdt. Pilemon Bunai, S.Th., M.Th. mendapatkan 13 suara atau 7 persen, sedangkan Pdt. Daniel Petege, S.Th., M.Th. memperoleh 10 suara atau 5 persen.

Ketua Panitia Konferensi GKII Wilayah III Papua Tengah Tahun 2026, Kansius Mote, mengatakan konferensi menjadi momentum bagi GKII untuk mengevaluasi pelayanan selama lima tahun sekaligus menyusun program pelayanan untuk periode berikutnya.

Menurut Kansius, konferensi juga menyatukan arah pelayanan mulai dari tingkat jemaat, daerah hingga wilayah agar seluruh program berjalan secara terarah.

“Kami menjadikan konferensi ini sebagai momentum untuk mengevaluasi perjalanan pelayanan selama lima tahun sekaligus menyusun program pelayanan untuk lima tahun mendatang,” kata Kansius.

Panitia, lanjut dia, sebelumnya menargetkan kehadiran 17 peserta dari setiap daerah. Dengan sembilan daerah, target tersebut mencapai 153 peserta. Panitia juga mengakomodasi 26 peserta yang berasal dari Badan Pengurus Wilayah, unsur Badan Pengurus Pusat GKII, serta lima peserta dari Sekolah Tinggi Teologi Walter Post Nabire.

Kansius menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, umat GKII, tuan rumah, relawan dan panitia yang telah mendukung pelaksanaan konferensi melalui tenaga, pikiran, waktu, dukungan moral maupun material.

“Saya bersyukur kepada Tuhan, di mana Tuhan telah memberikan hikmat, pengertian dan pemahaman untuk dapat menyukseskan konferensi ke-10 ini,” ujarnya.

Ketua Umum Gereja Kemah Injil Indonesia, Pdt. Husain Shaz Diman, S.Th., S.H., M.H., M.Ag., menjelaskan bahwa konferensi wilayah merupakan bagian dari mekanisme organisasi GKII yang mengikuti struktur konferensi nasional.

Husain mengatakan GKII melaksanakan konferensi nasional, konferensi wilayah dan konferensi daerah setiap lima tahun. Forum tersebut membahas sejumlah agenda penting, mulai dari mengakhiri masa tugas pengurus sebelumnya, memilih pengurus baru hingga menetapkan garis-garis besar program kerja untuk lima tahun berikutnya.

“Konferensi wilayah itu adalah turunan dari konferensi nasional. Konferensi nasional dan konferensi wilayah nanti turunannya juga adalah konferensi daerah. Dilaksanakan satu kali dalam setiap lima tahun,” jelas Husain.

Ia mengatakan badan pengurus yang terpilih selanjutnya menjalankan mandat berdasarkan keputusan konferensi. Pada tingkat wilayah, forum konferensi menjadi ruang pengambilan keputusan untuk menentukan arah organisasi dan pelayanan dalam lingkup wilayah tersebut.

Pdt. Geradus Bunai, M.Th. menyampaikan rasa syukur setelah peserta konferensi memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin GKII Wilayah III Papua Tengah.

Geradus mengatakan dirinya menerima amanah tersebut dan berkomitmen menjalankan pelayanan hingga akhir periode kepengurusan 2026–2031.

“Atas jabatan yang telah diberikan kepada saya melalui Jemaat Gereja Kemah Injil Indonesia Wilayah III Papua Tengah, saya menyampaikan ungkapan syukur sebesar-besarnya kepada Tuhan atas anugerah yang Tuhan hadirkan kepada saya,” ujarnya.

Geradus menyebut pembangunan Kantor GKII Wilayah III Papua Tengah di Kabupaten Nabire sebagai salah satu program prioritasnya. Nabire saat ini menjadi ibu kota Provinsi Papua Tengah.

“Saya siap melayani Tuhan sampai akhir periode ini. Program saya yang utama, yang prioritas pada tahun ini adalah saya akan membangun Kantor GKII Wilayah III Papua Tengah di Kabupaten Nabire sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah,” katanya.

Ia menjelaskan pembangunan kantor tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keberadaan organisasi GKII Wilayah III Papua Tengah di pusat pemerintahan provinsi.

Konferensi GKII Wilayah III Papua Tengah Tahun 2026 sekaligus menandai pergantian kepemimpinan dan menjadi forum untuk menetapkan arah pelayanan organisasi selama lima tahun mendatang.

Panitia mengusung tema “Growing Together” atau “Bertumbuh Bersama” dalam konferensi tersebut. Kansius Mote mengatakan tema itu menggambarkan semangat GKII untuk terus bertumbuh, berkembang dan memberikan dampak bagi pelayanan gereja serta masyarakat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *