Nabire, 12 September 2025, Faktanabire.com — Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, membuka Musyawarah dan Rapat Koordinasi pertama Dewan Kesenian Papua Tengah di Aula RRI Nabire, Selasa (12/9).
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan pentingnya seni dan budaya sebagai penopang identitas daerah. Ia menilai hilangnya seni budaya sama dengan hilangnya kehidupan suatu bangsa.
“Bangsa yang kehilangan budaya dan seni, itu bangsa yang sudah habis dari hidup ini. Karena itu menunjukkan identitas dan harga diri. Maka itu, saya berharap melalui musyawarah ini kita mulai meletakkan fondasi budaya dan kesenian di Tanah Papua Tengah,” ujar Meki Nawipa.
Ia meminta Dewan Kesenian Papua Tengah untuk segera melakukan kajian akademik terkait potensi budaya daerah. Menurutnya, kajian tersebut akan menjadi pijakan dalam merumuskan regulasi demi melindungi seni dan budaya lokal.
“Dewan kesenian ini perlu membuat kajian-kajian akademik. Apa-apa saja yang punya kita. Berdasarkan kajian akademik itu bisa dirumuskan, nanti diatur dalam peraturan gubernur atau peraturan daerah. Yang musik-musik dari di Papua Tengah, asli milik kita wajib kita jaga,” jelasnya.
Selain regulasi, Gubernur Nawipa menekankan pentingnya langkah konkret melalui program yang menyentuh akar budaya masyarakat. Ia juga mendorong adanya sinergi antara dewan kesenian, pemerintah, dan komunitas seni di seluruh kabupaten/kota.
“Kita perlu mendorong terciptanya ruang-ruang ekspresi seni yang inklusif dan berkelanjutan. Seni budaya Papua Tengah harus mendapat tempat yang layak dalam pembangunan daerah,” katanya.
Lebih jauh, ia berharap Dewan Kesenian juga bisa berperan sebagai wadah pembinaan generasi muda.
“Saya ingin dewan kesenian merangkul anak-anak muda yang masih menganggur, untuk dilatih dan diberdayakan lewat kegiatan seni. Dengan begitu, seni bukan hanya jadi identitas, tapi juga jadi jalan untuk menciptakan masa depan,” tutur Gubernur.
