Kasus HIV/AIDS di Nabire Meningkat, KPA Fokuskan Sosialisasi ke Sekolah

Nabire, 30 Oktober 2025, Faktanabire.com – Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Nabire, Gian Anjulius Nababan, mengungkapkan adanya peningkatan signifikan jumlah Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di wilayah Nabire.

Berdasarkan data semester pertama tahun 2025, tercatat sekitar 330 kasus baru, dan tren peningkatan ini terus terjadi sejak tahun 2020.

Bacaan Lainnya

“Terjadi peningkatan jumlah HIV/AIDS atau ODHA, kita per semester pertama itu ada kurang lebih 330 penambahan ODHA baru. Nah, ini kan mengkhawatirkan ya, karena trennya terus bertambah dari tahun 2020,” ujar Gian disela-sela kegiatan Rapat Koordinasi Penanggulangan HIV/AIDS dan IMS di Aula Setda Nabire, Rabu (29/10).

Melihat kondisi tersebut, KPA Kabupaten Nabire berencana memperkuat program sosialisasi dan edukasi di lingkungan sekolah serta kelompok masyarakat. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah penyebaran HIV sejak usia dini.

“Kita akan melakukan sosialisasi ke sekolah dan beberapa kelompok masyarakat, supaya mereka tidak salah memahami tentang HIV/AIDS. Banyak orang masih takut melakukan pemeriksaan karena stigma yang tidak proporsional,” jelasnya.

Gian menegaskan bahwa dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menahan laju penambahan kasus baru. Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi filter pertama dalam mencegah penyebaran HIV di kalangan usia produktif.

“PR kita sejauh ini, dunia pendidikan perannya belum kelihatan. Padahal mereka punya peran besar untuk menahan lajunya penambahan kasus. Data menunjukkan setengah dari kasus baru di tahun 2024 berada di usia produktif, yaitu usia sekolah. Sekolah jangan ditinggalkan, mereka bisa jadi lembaga paling konsisten daljam edukasi,” tegas Gian.

Ia menambahkan, KPA akan menjajaki kerja sama dengan pihak sekolah untuk menyusun format edukasi yang sesuai, baik melalui kurikulum maupun kegiatan ekstrakurikuler.

“Kalau sekolah bisa menjadi filter pertama, kita bisa menahan peningkatan kasus dari usia 15 sampai 25 tahun. Kalau separuh saja bisa kita tahan, penambahannya akan jauh berkurang,” ujarnya optimistis.

Selain itu, Gian menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Nabire.

“Menahan laju pertumbuhan ODHA ini tidak bisa dikerjakan satu pihak saja. Harus bersama-sama, ada KPA, pemerintah, badan usaha, mitra, dan berbagai pihak lain. Kami akan terus menjalankan fungsi kami untuk memberikan pencerahan dan menghapus stigma yang masih menjadi penghambat utama,” pungkasnya.

Pos terkait