
Faktanabire.com __ Dikutip dari Vatican News, Ia meninggal di kediamannya di Casa Santa Marta, Vatikan, Kematiannya terjadi sehari setelah ia muncul di Lapangan Santo Petrus untuk mengucapkan “Selamat Paskah” kepada ribuan umat Katolik.
Kardinal Kevin Joseph Farrell mengumumkan wafatnya Paus Fransiskus “dengan kesedihan yang mendalam” pada Senin (21/04).
“Pada pukul 7:35 pagi ini (waktu setempat), Uskup Roma, Fransiskus, kembali ke rumah Bapa. Seluruh hidupnya didedikasikan untuk melayani Tuhan dan Gereja-Nya,” ujar Kardinal Farrell.
Dia mengajarkan kita untuk menghayati nilai-nilai Injil dengan kesetiaan, keberanian, dan cinta universal, terutama bagi mereka yang paling miskin dan terpinggirkan,” lanjutnya.
Farrell menambahkan: “Dengan rasa syukur yang tak terhingga atas teladannya sebagai murid sejati Tuhan Yesus, kami mempercayakan jiwa Paus Fransiskus kepada cinta kasih belas kasihan tak terbatas dari Allah Tritunggal.”
Dalam bulan-bulan terakhir hidupnya, kondisi kesehatan Paus yang memburuk membuatnya menghabiskan beberapa pekan di rumah sakit.
Pada 14 Februari lalu, pria berusia 88 tahun itu dibawa ke rumah sakit Gemelli di Roma untuk dirawat karena pneumonia di kedua paru-parunya. Dia mengalami kesulitan bernapas selama beberapa hari.
Dia keluar dari rumah sakit pada 23 Maret.
Paus sangat rentan terhadap pneumonia, yang merupakan infeksi paru-paru yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur, setelah menjalani pengangkatan sebagian paru-paru saat masih muda.
Masa kepausan Fransiskus menandai banyak hal dan meskipun ia tak pernah berhenti memperkenalkan reformasi pada Gereja Katolik, ia tetap populer di kalangan tradisionalis.
Ia adalah Paus pertama dari Benua Amerika atau belahan bumi selatan.
Sejak Gregorius III yang lahir di Suriah meninggal pada tahun 741, belum pernah ada Uskup Roma non-Eropa.
Ia juga adalah Yesuit pertama yang terpilih menduduki takhta Santo Petrus, Yesuit secara historis dipandang dengan kecurigaan oleh Roma.
Pendahulu Fransiskus, Benediktus XVI, adalah Paus pertama yang mengundurkan diri secara sukarela dalam hampir 600 tahun, dan selama hampir satu dekade, Taman Vatikan menjadi tempat tinggal dua paus.
Sebagai Kardinal Bergoglio dari Argentina, ia sudah berusia tujuh puluhan ketika ia menjadi Paus pada tahun 2013.







