NABIRE, Faktanabire.com – Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Nabire, Papua Tengah, memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Angkatan Laut melalui upacara di Markas Komando (Mako) Lanal Nabire, Jalan Kaleb Warai, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Kamis (10/9/2026).
Komandan Lanal Nabire Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla.
Dalam amanat tersebut, Kasal menyebut HUT ke-81 TNI AL menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan pengabdian sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi tantangan masa depan.
Tahun ini, TNI AL mengusung tema “Dengan Semangat Jalesveva Jayamahe, TNI Angkatan Laut Siap Mewujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Mario mengatakan, tema tersebut bukan sekadar slogan, tetapi mencerminkan cita-cita jangka panjang yang sejalan dengan tujuan bangsa Indonesia.
“81 tahun adalah waktu perjalanan panjang yang penuh arti dan makna. Hari bersejarah ini tidak cukup diartikan hanya sebagai sarana mengenang masa lalu, namun harus dimaknai sebagai momentum refleksi untuk melihat dengan jernih di mana posisi TNI Angkatan Laut saat ini, apa yang telah dibangun, apa yang masih harus diperkuat, dan kemampuan seperti apa yang harus disiapkan untuk menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, posisi Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menempatkan laut pada posisi yang sangat strategis. Laut tidak hanya menjadi ruang kedaulatan, tetapi juga berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, jalur perdagangan dan komunikasi, ruang pemanfaatan sumber daya dan energi, serta bagian penting dari konektivitas global.
“Inilah jati diri dan tugas kita. TNI Angkatan Laut harus selalu siap siaga untuk hadir dan menjaga seluruh ruang maritim yang menjadi tanggung jawab sesuai amanat undang-undang,” tegasnya.
Mario menjelaskan, perkembangan lingkungan strategis menghadirkan tantangan yang semakin kompleks. Kompetisi global dan dinamika geopolitik terus berkembang, sementara kepentingan berbagai negara semakin banyak beririsan di wilayah laut.
Ancaman keamanan negara, kata dia, juga tidak lagi terbatas pada konflik bersenjata. Ancaman dapat muncul dalam bentuk perang informasi, serangan siber, tekanan ekonomi, gangguan infrastruktur, aktivitas grey zone, hingga penggunaan kekuatan militer secara terbuka.
Perkembangan teknologi turut mengubah pola operasi militer. Kecerdasan buatan, sistem tanpa awak, sensor, senjata jarak jauh, pengolahan data, serta sistem informasi kini semakin berperan dalam pengamatan, pengambilan keputusan dan pelaksanaan operasi.
“Kondisi ini memberikan pesan yang jelas pada kita semua bahwa TNI Angkatan Laut harus terus bertransformasi dan berinovasi tanpa henti. Kita tidak boleh menghadapi tantangan masa depan dengan cara berpikir masa lalu,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan dan komitmen dalam memperkuat kemampuan pertahanan negara, termasuk melalui penambahan alat utama sistem senjata (alutsista).
Menurutnya, penambahan alutsista akan memperkuat daya tangkal, kemampuan operasi, profesionalisme prajurit dan integrasi antar-matra TNI.
Namun, ia menegaskan bahwa alutsista bukan satu-satunya faktor yang menentukan kapabilitas pertahanan.
“Alutsista hanyalah salah satu faktor dalam membangun kapabilitas. Diperlukan prajurit pengawak yang kompeten, doktrin dan organisasi yang relevan, sistem komando dan kendali, infrastruktur jejaring informasi yang terintegrasi, serta logistik yang mampu menjamin keberlanjutan operasi,” jelasnya.
Mario mengatakan, TNI AL juga perlu memperluas pemahaman mengenai kesiapsiagaan. Ancaman terhadap keamanan dan ketahanan nasional tidak selalu berbentuk konflik militer.
Perubahan iklim, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, erupsi gunung api, hingga bencana alam lainnya dapat mengganggu rantai pasok, memicu krisis sosial dan membutuhkan kehadiran negara secara cepat.
“Oleh karena itu, saya perintahkan seluruh prajurit dan alutsista TNI Angkatan Laut harus selalu siap dikerahkan untuk membantu negara dan masyarakat setiap saat. Kesiapsiagaan harus dibangun untuk menghadapi spektrum tugas yang lebih luas dan beragam,” katanya.
Ia juga mendorong jajaran TNI AL untuk memperkuat kehadiran di tengah masyarakat melalui program unggulan “Aku Cinta Laut”. Program tersebut menjadi bentuk kepedulian TNI AL terhadap kelestarian lingkungan sekaligus kehidupan masyarakat pesisir.
Dalam amanatnya, Mario menyampaikan tiga penekanan kepada seluruh jajaran TNI AL.
Pertama, kesiapsiagaan operasi. Setiap satuan harus selalu siap melaksanakan operasi secara profesional dan efektif dalam seluruh spektrum tugas.
Kedua, profesionalisme prajurit. Prajurit harus menjaga disiplin, menjunjung tinggi integritas dan memastikan setiap sikap serta tindakan mencerminkan kehormatan dan citra TNI AL.
Ketiga, penguatan sinergi. TNI AL perlu meningkatkan kerja sama internal dan interoperabilitas antarsatuan TNI, memperkuat kolaborasi dengan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah, serta meningkatkan kemanunggalan TNI AL dengan rakyat.
“Ketiga hal tersebut harus berjalan secara bersama-sama untuk meningkatkan keberhasilan pelaksanaan tugas,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh jajaran mempertahankan dan meningkatkan kinerja dalam menggagalkan penyelundupan narkotika dan praktik illegal fishing.
Selain itu, TNI AL harus terus mengamankan sumber daya alam strategis serta ruang laut yang menjadi bagian penting dari kedaulatan dan ketahanan nasional. Berbagai kegiatan yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat juga harus terus ditingkatkan.
Pada momentum HUT ke-81 TNI AL, Mario menyampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit dan PNS TNI AL atas loyalitas, dedikasi dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Kepada seluruh keluarga besar TNI Angkatan Laut, saya juga menyampaikan terima kasih atas dukungan, ketabahan, dan pengorbanan yang senantiasa menyertai pengabdian para prajurit Jalasena,” katanya.
Ia menegaskan, TNI AL harus terus membangun kekuatan yang modern, tangguh dan siap menjalankan setiap tugas negara secara tuntas.
“Mari jaga laut kita bersama, dari hulu sungai sampai laut lepas. Jangan sampai sejengkal wilayah perairan laut luput dari pengawasan TNI Angkatan Laut,” ajaknya.
Mario menutup amanat dengan mengajak seluruh prajurit dan keluarga besar TNI AL terus menjaga pengabdian kepada bangsa dan negara.








