NABIRE, Faktanabire.com — Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa mendorong koperasi di Papua Tengah menjadi kekuatan ekonomi masyarakat yang mandiri dan memberikan manfaat nyata bagi anggota.
Pesan tersebut disampaikan melalui Asisten II Setda Papua Tengah, Dr. H. Tumiran, S.Sos., M.AP., saat membuka Pelatihan Fasilitasi Izin Usaha Simpan Pinjam bagi Koperasi di Aula Guest House, Jalan Merdeka, Nabire, Kamis (20/8/2026).
Pelatihan yang berlangsung 20–22 Agustus 2026 itu diikuti peserta dari delapan kabupaten. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman peserta mengenai legalitas, tata kelola, dan pengelolaan usaha simpan pinjam koperasi.
Dalam sambutannya, Meki Nawipa menegaskan koperasi memiliki peran penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat.
“Koperasi adalah lembaga ekonomi yang sangat penting. Kalau koperasi kuat, maka perekonomian Indonesia juga bisa menjadi kuat,” ujar Tumiran menyampaikan pesan Gubernur.
Gubernur mengingatkan pemerintah agar tidak hanya mengejar jumlah koperasi, tetapi memastikan koperasi mampu berkembang dan mandiri.
“Jangan sampai kita membentuk koperasi sebanyak-banyaknya, tetapi akhirnya hanya berharap bantuan pemerintah. Koperasi harus memiliki kemandirian,” tegasnya.
Meki juga mendorong setiap kabupaten memiliki koperasi binaan provinsi sebagai contoh koperasi sehat dan mandiri. Ia berharap pengembangan koperasi dapat berlanjut hingga tingkat distrik.
Selain pelatihan, Gubernur meminta Dinas Koperasi memberikan pendampingan secara berkelanjutan agar koperasi mampu menerapkan tata kelola yang profesional dan transparan.
“Kita perlu pendampingan dan pengawalan agar tata kelola koperasi binaan provinsi benar-benar menjadi lebih baik,” kata Tumiran.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berharap penguatan legalitas, kelembagaan, dan kapasitas pengurus dapat menjadikan koperasi sebagai salah satu motor penggerak ekonomi masyarakat di delapan kabupaten.








