Nabire, Papua Tengah, Faktanabire.com — Fraksi Partai NasDem DPRP Papua Tengah bersama partai koalisi di dalamnya, yakni PKB, PSI, dan Perindo, melakukan kunjungan kasih kepada masyarakat terdampak banjir luapan Kali Wanggar di Distrik Yaro, Nabire, Jumat (10/10/2025).
Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Fraksi NasDem terhadap warga yang terdampak banjir yang merendam sejumlah rumah, lahan pertanian, dan fasilitas umum di wilayah Wanggar dan sekitarnya.
Ketua Fraksi NasDem DPRP Papua Tengah, Anis Labene, pada kesempatan itu mengatakan pihaknya bersyukur dapat hadir dan berbagi langsung dengan masyarakat di lokasi bencana.
“Kami mengucap syukur atas kesempatan baik ini. Kami dari Fraksi Partai NasDem gerakan perubahan, yang di dalamnya ada PKB, PSI, dan Perindo, berinisiatif melakukan kunjungan kasih kepada saudara-saudara kita yang sedang menghadapi situasi banjir di Wanggar,,” ujar Anis.
Ia menambahkan bahwa Fraksi Nasdem menyadari keterbatasan sehingga apa yang dibawa jangan dilihat nilainya, tetapi semoga bisa bermanfaat untuk meringankan beban.
“Kami datang membawa sedikit berkat, memang tidak banyak, tapi semoga bermanfaat untuk meringankan beban mereka. Kami mendengarkan banyak dari masyarakat dan menyadari keterbatasan kami. Karena itu, kami berharap pemerintah turut berperan untuk mengambil bagian dalam membantu,” tambahnya.
Anis juga menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bukti kekompakan Fraksi NasDem yang terdiri dari beberapa partai berbeda namun tetap solid dalam kepedulian sosial.
“Kami menunjukkan bahwa meski berbeda partai, kami satu dan kompak untuk berbagi. Semangat ini yang akan terus kami tanamkan ke depan,” ucapnya.
Sementara itu, Koordinator Bencana Banjir, Sevinus Kogoya, menyampaikan terima kasih atas kepedulian Fraksi NasDem terhadap warga yang terdampak banjir.
“Kami sampaikan terima kasih atas perhatian bapak-bapak dewan. Dampak banjir ini ternak, rumah-rumah, dan lahan pertanian kami semua rusak. Gereja juga terendam,” kata Sevinus.
Servinus juga mengeluhkan minimnya perhatian dari pemerintah daerah terhadap persoalan banjir yang terus berulang.
“Kami di Wanggar ini selalu kena dampak banjir, tapi pemerintah daerah tidak pernah memperhatikan. Dari banjir pertama kami sudah buat surat permohonan agar ditangani supaya tidak terjadi lagi, tapi dibiarkan sampai sekarang,” ungkapnya.
Ia menuturkan, banjir yang berulang terjadi sejak adanya pembangunan bendungan di bagian hulu sungai.
“Kami mohon kepada pemerintah agar pembangunan bendungan di atas itu dihentikan dulu. Buat dulu penahan di pinggir kali supaya kami tidak kena banjir lagi, karena sejak dibangun setiap hujan besar kami selalu banjir” ujarnya.
Menanggapi aspirasi tersebut, Anggota Komisi IV DPRP Papua Tengah, Henes Sondegau, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti aspirasi masyarakat
“Kami hanya bisa menerima aspirasi dan melaksanakan tugas serta fungsi kami. Dalam waktu dekat kami akan melakukan kunjungan komisi, karena ini hal penting, maka akan disampaikan ke pemerintah merespons cepat, agar banjir tidak terus berulang,” tegasnya
Henes menambahkan, jika salah satu penyebab banjir adalah pembangunan bendungan di bagian hulu sungai, maka akan ditindaklanjuti.
“Dari masyarakat, minta agar pembangunan bendungan itu dihentikan dulu, agar banjir tidak terus berulang karena dampaknya luas, bukan hanya di sini, tapi sampai Sima dan SPC, kita akan koordinasi dengan pemerintah provinsi melalui Dinas PUPR”, jelas Henes.







