NABIRE, Faktanabire.com — Sekretaris Komisi A sekaligus Ketua Badan Kehormatan DPRK Intan Jaya dari Daerah Pemilihan (Dapil) 3, Alpius Bagau, SH, bersama tim menyampaikan aspirasi masyarakat dari Distrik Wandai, Biandoga, dan Homeo kepada Gubernur Papua Tengah serta Bupati dan Wakil Bupati Intan Jaya.
Pertemuan tersebut berlangsung di Nabire setelah rencana kunjungan kerja pemerintah daerah ke Distrik Wandai terkendala cuaca. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Sugapa dan Hitadipa sebelum kembali ke Nabire.
Alpius mengatakan masyarakat dari tiga distrik tersebut tetap menitipkan aspirasi yang perlu mendapat perhatian pemerintah, meskipun rombongan belum dapat mengunjungi Wandai.
“Pada sore hari ini, kami dari DPR beserta tim dapat bertemu langsung dengan Gubernur Papua Tengah, serta Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Intan Jaya. Dalam pertemuan ini, kami menyampaikan aspirasi murni dari masyarakat Kabupaten Intan Jaya, khususnya dari tiga distrik: Wandai, Biandoga, dan Homeo,” ujar Alpius, Kamis (17/9/2026).
Menurut Alpius, terdapat dua aspirasi utama yang disampaikan kepada pemerintah, yakni pemekaran daerah otonomi baru (DOB) Kabupaten Intan Jaya II atau Kabupaten Kemandoga dan pembangunan ruas jalan strategis yang menghubungkan Paniai, Wandai, Intan Jaya hingga Puncak.
Untuk pemekaran Kabupaten Kemandoga, masyarakat mengusulkan Distrik Wandai sebagai calon ibu kota kabupaten. Alpius menyebut aspirasi tersebut telah disampaikan secara langsung kepada Gubernur Papua Tengah dan Bupati Intan Jaya.
“Masyarakat memohon agar pemekaran Kabupaten Intan Jaya II, yaitu Kabupaten Kemandoga, dapat ditindaklanjuti dengan calon ibu kota berada di Distrik Wandai. Aspirasi ini sudah kami sampaikan langsung kepada Bupati dan Gubernur,” katanya.
Alpius menjelaskan, Gubernur Papua Tengah pada prinsipnya memberikan dukungan terhadap aspirasi pemekaran tersebut. Namun, pemerintah daerah masih menunggu kebijakan pemerintah pusat terkait moratorium pemekaran daerah.
“Terkait DOB, pada prinsipnya Gubernur mendukung penuh rencana pemekaran ini, sembari menunggu proses pencabutan moratorium dari pemerintah pusat,” jelasnya.
Selain pemekaran, masyarakat juga meminta pemerintah mempercepat pembangunan jalan strategis yang menghubungkan Paniai-Wandai-Intan Jaya-Puncak. Menurut Alpius, pemerintah memberikan respons positif terhadap usulan tersebut.
“Pembangunan dan pengerjaan ruas jalan Paniai–Wandai–Intan Jaya–Puncak akan mulai diproses dalam beberapa bulan ke depan, dengan alokasi anggaran yang akan dimaksimalkan pada tahun depan,” ungkap Alpius.
Alpius mengakui masyarakat sempat kecewa karena Gubernur Papua Tengah bersama rombongan belum dapat mengunjungi Distrik Wandai. Masyarakat bahkan telah mempersiapkan penyambutan dengan mengorbankan waktu, tenaga, dan biaya.
Namun, pertemuan langsung di Nabire membuat masyarakat kembali mendapat kepastian mengenai aspirasi yang mereka perjuangkan.
“Awalnya kami tentu merasa kecewa dan mempertanyakan alasan ketidakhadiran Gubernur. Namun, setelah bertemu langsung, beliau telah merespons apa yang menjadi harapan dan aspirasi masyarakat di tiga distrik tersebut,” ujarnya.
Selain dua aspirasi utama, Alpius juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Papua Tengah atas dukungan bantuan kendaraan bagi para pengojek lintas Magataga dan Kendea sebanyak 34 unit.
Menurut dia, bantuan tersebut akan disalurkan sesuai kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Pemerintah juga membuka ruang untuk memberikan bantuan sosial dan dana hibah bagi gereja serta sekolah di Intan Jaya.
Alpius mengatakan pemerintah meminta pihak terkait segera memasukkan surat permohonan sesuai kebutuhan di lapangan.
“Kami diminta segera memasukkan surat permohonan sesuai kebutuhan di lapangan, dan targetnya berkas tersebut diselesaikan dalam minggu ini,” katanya.
Alpius kemudian menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Distrik Wandai, Homeo, dan Biandoga yang telah mempersiapkan penyambutan meskipun rombongan pemerintah tidak dapat tiba di Wandai sesuai rencana.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat dari Distrik Wandai, Homeo, dan Biandoga. Terima kasih telah mengorbankan waktu, tenaga, biaya, serta segala hal dalam rangka menyambut kedatangan Gubernur, Bupati, dan Wakil Bupati Intan Jaya di Distrik Wandai,” tuturnya.
Ia berharap seluruh aspirasi tersebut dapat direalisasikan pemerintah secara bertahap sehingga menjawab kebutuhan masyarakat di tiga distrik.
“Semoga ke depan, pada waktu yang tepat, apa yang menjadi kerinduan dan harapan masyarakat, khususnya dari Distrik Wandai, Homeo, dan Biandoga, dapat terwujud dan terjawab dengan baik,” pungkas Alpius.








