NABIRE, Faktanabire.com — Bupati Nabire Mesak Magai meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.
Ia menilai pembakaran rumput dan lahan secara sengaja dapat mengganggu kenyamanan masyarakat serta berdampak pada kesehatan dan aktivitas publik.
“Setelah kami pantau, itu sengaja orang bikin suasana seperti begitu,” kata Mesak Magai di Nabire, Jumat (21/8/2026).
Mesak mengatakan, dirinya telah mengingatkan masyarakat setelah upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus lalu agar tidak membakar hutan, lahan, maupun rumput di sekitar rumah.
“Sebelumnya sudah saya sampaikan selesai upacara HUT RI pada 17 Agustus kemarin bahwa masyarakat Nabire untuk terus mengantisipasi dan tidak membakar hutan dan lahan, serta rumput di lingkungan rumah,” ujarnya.
Menurut Mesak, pemerintah perlu mengantisipasi kondisi cuaca dan lingkungan selama musim kemarau. Kebakaran lahan dapat menimbulkan kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
“Kita ini mengantisipasi dua hal. Satu, kondisi cuaca lingkungan kita. Ada kabut asap, maka itu akan berdampak kepada kesehatan,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa kebakaran dapat mengancam fasilitas umum dan infrastruktur. Asap maupun api, kata dia, dapat mengganggu kabel listrik, kantor, serta fasilitas publik lainnya.
“Kita perlu antisipasi lingkungan kita, seperti rumah atau aset publik yang bisa berdampak buruk. Contohnya seperti kabel listrik, kantor dan lain sebagainya, sehingga itu bisa mengganggu kenyamanan warga masyarakat,” tutur Mesak.
Mesak mengaku telah memprediksi kondisi tersebut sehingga ia menyampaikan imbauan kepada masyarakat sejak peringatan HUT RI.
“Saat saya sampaikan imbauan seusai upacara 17 Agustus itu, karena saya tahu pasti ini akan terjadi,” ujarnya.
Ia menyebut masyarakat memiliki tingkat pemahaman yang berbeda terhadap bahaya pembakaran lahan. Karena itu, ia meminta warga tidak mengabaikan imbauan pemerintah.
“Tentunya Nabire ini ada warga yang mengerti, tidak mengerti, dan mengerti tapi pura-pura tidak mengerti,” kata Mesak.
Mesak bahkan menilai ada pihak yang sengaja melakukan pembakaran untuk mengganggu situasi di daerah.
Ia meminta masyarakat segera melaporkan tindakan pembakaran yang dilakukan dengan sengaja kepada aparat penegak hukum.
“Kalau bagi warga masyarakat menemukan orang yang sengaja bakar-bakar rumput di jalan atau hutan dan sebagainya saat musim kemarau ini, maka perlu bertindak tegas. Kita laporkan mereka ke pihak berwajib sehingga mereka itu diamankan,” tegasnya.
Selain mengancam lingkungan dan kesehatan, kebakaran lahan juga telah mengganggu aktivitas penerbangan di Nabire. Mesak mengatakan kebakaran yang terjadi di sekitar Bandar Udara Nabire berdampak terhadap pelayanan transportasi udara.
“Sekarang juga terjadi kebakaran lahan di bandar udara. Ini juga mengganggu aktivitas udara, sehingga menyebabkan semua pelayanan udara terganggu,” katanya.
Mesak kembali mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan kewaspadaan selama musim kemarau. Ia meminta warga tidak melakukan pembakaran yang dapat membahayakan lingkungan maupun mengganggu aktivitas masyarakat.
“Sehingga saya minta kepada warga perlu antisipasi, waspada, dan sadar akan hal ini,” pungkasnya.
