NABIRE, Faktanabire.com — Polres Nabire bersama TNI, Brimob, dan jajaran Polda mengawal penyampaian aspirasi kelompok yang mengatasnamakan Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) di Nabire, Senin (28/9/2026).
Massa mulai berkumpul sekitar pukul 07.00 WIT di Asrama Dogiyai, Kaliobo. Selanjutnya, massa bergerak melewati Pasar Karang sebelum melakukan konsolidasi dan menyampaikan orasi.
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu mengatakan massa menyampaikan aspirasi terkait penanganan persoalan yang terjadi di Dogiyai beberapa waktu lalu.
“Pagi hari tadi terdapat penyampaian aspirasi dari adik-adik kita yang mengatasnamakan kelompok IPMADO. Mereka menyampaikan aspirasi terkait sejauh mana penanganan persoalan di Dogiyai yang terjadi tempo hari, yang menyebabkan seorang anggota Polri menjadi korban serta beberapa warga masyarakat turut menjadi korban,” kata Samuel.
Aparat gabungan mengawal massa sejak titik awal hingga menuju kantor DPRP. Polisi bersama TNI, Brimob, dan jajaran Polda melakukan pengamanan di sejumlah titik untuk menjaga kegiatan tetap aman dan tertib.
“Kami dari Polres gabungan bersama rekan-rekan TNI, Brimob, dan Polda membantu mengawal jalannya penyampaian aspirasi tersebut hingga ke kantor DPRP,” ujarnya.
Setibanya di kantor DPRP, pihak legislatif menerima aspirasi yang disampaikan massa. Setelah menyampaikan aspirasi, massa mengakhiri kegiatan sekitar pukul 12.00 WIT.
“Aspirasi mereka telah diterima dengan baik, dan kegiatan selesai sekitar pukul 12.00 siang. Situasi secara keseluruhan berjalan aman, terkendali, dan lancar,” kata Samuel.
Untuk mengamankan kegiatan tersebut, aparat gabungan mengerahkan sekitar 300 hingga 400 personel. Polisi membagi personel ke lima titik pengamanan.
“Terkait jumlah personel pengamanan, karena kami melakukan pengamanan di lima titik lokasi, total personel yang diterjunkan berjumlah sekitar 300 hingga 400 orang,” kata Samuel.
Samuel menjelaskan personel pengamanan berasal dari unsur TNI dan Polri, termasuk jajaran Polda dan Brimob. Personel Brimob dari Yon A dan Satgas juga ikut memperkuat pengamanan.
“Jumlah tersebut merupakan gabungan dari TNI, Polri, Polda, serta Brimob, baik dari Yon A maupun Satgas,” ujarnya.
Aparat memastikan pengamanan berlangsung sepanjang kegiatan hingga massa membubarkan diri. Polisi menyatakan situasi Nabire selama penyampaian aspirasi tetap aman dan terkendali.







