Faktanabire.com __ Dengan tekad yang kuat dan semangat pengabdian yang tulus, Melkias Boma, S.Pd, seorang guru muda asal Papua Tengah, telah membuka sebuah sekolah mandiri khusus untuk orang dewasa yang belum bisa membaca dan menulis di Kampung Adauwo, Distrik Mapia Tengah Kabupaten Dogiyai Provinsi Papua Tengah. Sekolah ini mulai beroperasi sejak 11 April 2025 dan terus berjalan hingga hari ini.
Melkias adalah lulusan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) UPP Nabire angkatan 2023. Setelah lulus, ia memilih untuk kembali ke daerahnya dan mengabdi langsung di tanah kelahiran, sebuah keputusan yang menggambarkan kecintaannya pada pendidikan dan masyarakat Papua.
Di pagi hari, Melkias menjalankan tugasnya sebagai guru di SD YPPGI Adauwo, sebuah sekolah dasar yang menjadi tempat ia menyalurkan ilmu bagi anak-anak kampung. Namun pengabdiannya tidak berhenti di situ. Di sore hari, ia melanjutkan perannya sebagai pendidik dengan cara yang luar biasa: membuka kelas baca-tulis untuk pemuda dan pemudi dewasa yang belum pernah mengenyam pendidikan formal.
Melkias Boma kepada media ini mengatakan bahwa, pendidikan adalah hak setiap manusia, tanpa memandang usia, latar belakang, atau kondisi sosial, oleh karena itu harus dimulai walau dilakukan tanpa honor, tanpa fasilitas layak, dan dalam keterbatasan sumber daya, menggunakan ruang seadanya dan alat tulis sederhana, namun yang terpenting adalah kemauan dan semangatnya tidak boleh surut.
“Saya percaya, jika satu orang mulai peduli, maka perubahan itu bisa terjadi, tujuan membuka sekolah ini saya hanya ingin melihat masyarakat saya bisa membaca dan menulis, itu bekal penting untuk masa depan mereka,” ujar Melkias dengan nada rendah hati.
Respons masyarakat pun sangat positif, banyak orang dewasa yang awalnya malu atau ragu, kini mulai datang rutin mengikuti Pelajaran, mereka belajar mengeja huruf, menulis nama sendiri, hingga membaca kalimat-kalimat sederhana. Proses yang mungkin tampak sederhana ini, bagi mereka adalah gerbang menuju dunia yang lebih luas.
Kisah Melkias Boma adalah bukti nyata bahwa semangat dan kepedulian seseorang bisa membawa perubahan besar bagi komunitas. Ia tidak menunggu bantuan atau fasilitas, tetapi bertindak dengan apa yang ia miliki. Di tengah segala keterbatasan, ia hadir sebagai pelita kecil di pedalaman Papua, menerangi mereka yang selama ini hidup dalam kegelapan buta aksara.
Kini harapan tumbuh bersama setiap huruf yang berhasil dikenali, setiap kata yang terbaca, dan setiap senyum yang terukir dari para siswa dewasa yang dulu tak mengenal baca dan tulis.







