NABIRE, Faktanabire.com — Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah menggelar Workshop Integrasi Layanan Primer (ILP) di Aula Rumah Makan Salera, Jalan Pemuda, Nabire, (19/10/ 2026).
Kegiatan yang berlangsung selama 10 hari ini melibatkan 40 tenaga kesehatan untuk meningkatkan kompetensi dan memperkuat kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Obeth Tekege, SKM., M.PH., menyampaikan sambutan Kepala Dinas Kesehatan, dr. Agus, M.Kes., CH.Med., CHt.
Dalam sambutan tersebut, ia menegaskan bahwa Integrasi Layanan Primer menjadi bagian penting dari transformasi sistem kesehatan untuk menghadirkan pelayanan yang terpadu, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Integrasi Layanan Primer merupakan bagian dari transformasi sistem kesehatan yang bertujuan mewujudkan pelayanan kesehatan yang terpadu, berkualitas, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” demikian pesan Kepala Dinas Kesehatan yang disampaikan Obeth Tekege.
Ia menjelaskan bahwa ILP menerapkan pendekatan pelayanan berdasarkan siklus hidup manusia, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia. Pendekatan ini mendorong tenaga kesehatan memberikan pelayanan yang lebih terarah dan berkesinambungan sesuai kebutuhan setiap kelompok usia.
Menurutnya, keberhasilan penerapan ILP membutuhkan komitmen dan koordinasi seluruh unsur pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas, puskesmas pembantu (pustu), posyandu, tenaga kesehatan, dan kader kesehatan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK), Kristianus Tebai, SKM., M.Kes., serta narasumber dan widyaiswara dari Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Kementerian Kesehatan RI Makassar.
Para narasumber dan widyaiswara memberikan materi untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memahami serta menerapkan konsep ILP di wilayah kerja masing-masing.
Ketua panitia, Sutira Kobogau, S.Kep., Ns., menjelaskan bahwa panitia melibatkan 40 tenaga kesehatan dalam workshop yang berlangsung selama 10 hari tersebut.
“Workshop ini diikuti oleh 40 tenaga kesehatan dan berlangsung pada 19–28 Oktober 2026. Melalui kegiatan ini, kami berharap peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan Integrasi Layanan Primer di wilayah kerja masing-masing,” ujar Sutira.
Ia juga berharap peserta mampu menyusun langkah tindak lanjut yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pelayanan kesehatan di daerah masing-masing.
Papua Tengah menghadapi berbagai tantangan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, mulai dari kondisi geografis yang sulit dijangkau, keterbatasan transportasi, hingga distribusi tenaga dan fasilitas kesehatan yang belum merata.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah daerah membutuhkan inovasi pelayanan, kerja sama lintas sektor, serta pendekatan yang menyesuaikan kondisi geografis dan karakteristik masyarakat setempat.
Penguatan ILP diharapkan dapat meningkatkan koordinasi antarunit pelayanan sehingga masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang lebih terintegrasi, termasuk mereka yang tinggal di wilayah dengan akses terbatas.
Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah juga menekankan pentingnya penerapan hasil workshop dalam pelayanan sehari-hari. Peserta diharapkan tidak hanya memahami materi pelatihan, tetapi juga mampu menerapkannya melalui koordinasi yang lebih baik antara puskesmas, pustu, posyandu, dan kader kesehatan.
Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah berharap tenaga kesehatan semakin siap menerapkan Integrasi Layanan Primer dan memperkuat pelayanan kesehatan yang merata, berkesinambungan, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah Papua Tengah.








