Nabire, 28 November 2025, Faktanabire.com — Kepolisian Resor (Polres) Nabire mengamankan sembilan mahasiswa, terdiri dari tujuh pria dan dua wanita, setelah aksi konvoi yang disertai pengibaran bendera Bintang Kejora pada Jumat (28/11/2025) sekitar pukul 15.30 WIT.
Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu menjelaskan bahwa konvoi bermula dari kawasan Tanah Merah, tempat sejumlah mahasiswa merayakan wisuda.
“Sekitar pukul 15.30 WIT, beberapa mahasiswa merayakan wisudawan di Kali Merah. Dari kegiatan itu, sebagian melakukan konvoi menuju Pasar Karang hingga Auri Jalan Ampera,” kata Kapolres.
Dari kerumunan tersebut, sekelompok kecil peserta kemudian melanjutkan konvoi ke Pasar Karang dan kawasan Auri. Kepolisian menerima laporan bahwa peserta konvoi mengibarkan bendera terlarang, sehingga petugas langsung mengambil tindakan.
“Setelah kami mendapat laporan, saya memerintahkan anggota untuk memblokade jalan dan mengamankan para pelaku,” ujar AKBP Samuel.
Situasi memanas ketika polisi melakukan pemblokiran di Jalan Ampera. Seorang pengendara dari rombongan konvoi menabrak anggota polisi yang sedang bertugas. Tabrakan itu membuat anggota mengalami luka cukup serius dan harus menjalani perawatan intensif di klinik. Motor dinasnya juga rusak berat.
Sementara itu, pengendara yang menabrak petugas turut mengalami luka di bagian kepala setelah kendaraannya ditabrak motor lain dari belakang.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan sembilan mahasiswa, salah satunya dalam kondisi mabuk. Mereka kini menjalani pemeriksaan untuk memastikan peran masing-masing dalam aksi konvoi dan pengibaran bendera.
Kapolres menegaskan bahwa penyidik akan bertindak profesional. “Jika dalam pemeriksaan ada yang hanya ikut dan tidak terlibat langsung, kami akan pulangkan. Tetapi jika ada yang berperan, kami akan dalami motif dan tujuannya,” tegasnya.
Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah sepeda motor yang ditinggalkan para pelaku yang melarikan diri. Kapolres mempersilakan pemilik untuk mengambil motornya di Mapolres dengan membawa dokumen kendaraan yang sah.
AKBP Samuel memastikan situasi di Kota Nabire kembali kondusif dalam waktu 15–20 menit setelah tindakan pengamanan dilakukan







