Anis Labene Dorong Pembangunan Rumah Rehabilitasi di Nabire dan Mimika untuk Selamatkan Generasi Papua

Nabire 5 Agustus 2025, Faktanabire.com – Ketua Fraksi NasDem DPR Papua Tengah, Anis Labene, mendorong pentingnya pembangunan rumah rehabilitasi bagi generasi muda Papua yang saat ini tengah menghadapi berbagai persoalan sosial, terutama di wilayah Nabire dan Mimika.

Anis menyebut bahwa bersama Komisi V DPRP Papua Tengah telah melakukan kunjungan kerja ke sejumlah OPD teknis, termasuk Dinas Sosial, guna mendorong kebutuhan mendesak akan fasilitas rehabilitasi. Ia menilai, kenakalan remaja di dua kabupaten tersebut sudah memasuki tahap mengkhawatirkan dan tidak bisa terkendali.

Bacaan Lainnya

“Kalau kita lihat, Nabire dan Mimika merupakan pintu masuk arus luar ke Papua Tengah. Kami melihat generasi penerus hari ini terjebak dalam pergaulan bebas, penyalahgunaan miras, hingga keterlantaran. Situasi ini tidak boleh kita pandang sebelah mata,” tegas Anis.

Ia menjelaskan bahwa menurut keterangan Dinas teknis lokasi pembangunan rumah rehabilitasi di dua kabupaten tersebut sebenarnya sudah tersedia, hanya tinggal menunggu proses pembangunan fisik yang menurutnya harus dilakukan secara matang dengan perencanaan yang baik.

“Pasar Karang, Oyehe, Pasar Baru dan Pasar Lama di Mimika menjadi potret nyata maraknya anak-anak muda Papua, bahkan anak usia SMP dan SMA, yang kehilangan arah. Ini tidak bisa dibiarkan,” ungkapnya.

Anis juga menyoroti besarnya anggaran yang diterima Papua Tengah sebagai provinsi baru dengan porsi APBD dan dana Otsus yang melimpah. Menurutnya, anggaran itu bisa difokuskan untuk menyelamatkan generasi muda yang membutuhkan intervensi positif dari pemerintah.

“Sudah waktunya Dinas Sosial dan Satpol PP Papua Tengah berkolaborasi dalam penertiban wilayah-wilayah yang rawan kenakalan remaja, seperti lokalisasi atau titik-titik di mana orang mabuk berkumpul. Jangan kita anggap ini hal biasa. Kita sedang menghadapi ancaman krisis generasi dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan,” tegasnya.

Anis pun menyampaiakan bahwa perda tentang penertiban miras sementara dalam proses, dan pentingnya kita memulai dari lingkungan sosial kita masing-masinga agar tamu dari luar melihat perubahan nyata di Papua Tengah. Ia menutup pernyataannya dengan seruan moral kepada semua pihak agar bergerak bersama menyelamatkan generasi muda Orang Asli Papua (OAP).

“Kalau hari ini kita tidak bertindak, besok kita mau salahkan siapa? Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Jika tidak, kita semua berdosa,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *