Kapolres Nabire Apresiasi Kolaborasi Pemprov, Aparat, dan Tokoh Agama Dalam Aksi Damai Tolak Blok Wabu

Nabire, Jumat, 18 Juli 2025, Faktanabire.com — Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, aparat keamanan, serta para tokoh agama dan masyarakat atas suksesnya pengamanan aksi demonstrasi terkait isu eksploitasi Blok Wabu yang berlangsung aman dan kondusif di Nabire pada hari Kamis kemarin 17/07/2025.

Dalam konferensi pers yang digelar usai aksi, Kapolres menekankan pentingnya kerja tulus dan kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas keamanan. “Kalau ditanya, formula apa yang kami gunakan sehingga aksi ini bisa berjalan aman, jawabannya sederhana: kerja ikhlas. Dalam keikhlasan itu harus ada kesabaran, kemampuan untuk mendengar, dan kemauan untuk membela,” ujar AKBP Samuel.

Bacaan Lainnya

Ia mengungkapkan bahwa jajaran Polres Nabire bersama rekan-rekan TNI dari Kodim dan Batalyon 753, Brimob Kompi C, serta bantuan dari Polda Papua Tengah dan total 700 personel kepolisian telah bersiaga sejak pukul 06.00 WIT. Seluruh pasukan menjalankan evaluasi atas demo-demo sebelumnya, sehingga strategi pengamanan kali ini lebih terukur dan humanis.

“Hari ini semua berjalan lancar. Itu karena kami saling mendengarkan, saling menghargai, dan tentu atas perkenanan Tuhan Yang Maha Kuasa. Saya percaya, setiap pemimpin yang mau mendengar, akan mampu mengelola dinamika dengan bijak,” ungkap Kapolres.

Kapolres juga mengingatkan pentingnya komunikasi antara peserta aksi dan aparat sebelum demonstrasi dilakukan. Menurutnya, Nabire yang kini menyandang status sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Tengah, menuntut tanggung jawab bersama dalam menjaga perdamaian dan ketertiban.

“Saya himbau kepada adik-adik mahasiswa dan semua elemen masyarakat, ke depan setiap aksi harus diawali dengan koordinasi dan komunikasi. Long march atau tidak, itu situasional, dan keputusan akan diambil berdasarkan kondisi di lapangan. Yang terpenting adalah penyampaian aspirasi secara bermartabat,” ujarnya.

Mengakhiri keterangannya, AKBP Samuel menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang turut berperan, mulai dari unsur TNI-Polri, DPR Papua Tengah, para tokoh agama, tokoh adat, hingga pimpinan daerah. “Saya sampaikan apresiasi kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur yang telah membuka ruang dialog dan menerima aspirasi mahasiswa. Semoga ke depan hubungan ini semakin harmonis, dan Nabire semakin maju sebagai jantung Papua Tengah,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *