Konflik Bersenjata Masih Berlansung, DPRP Papua Tengah Bentuk Tim Untuk Menangani Pengungsi

Faktanabire.com __  Konflik bersenjata di Kabupaten Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya yang terjadi antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dan aparat TNI-Polri masih terus berlangsung sampai saat ini.

Akibat konflik bersenjata tersebut, banyak masyarakat  kabupaten Intan Jaya, Puncak dan Puncak Jaya, Papua Tengah yang mengungsi dari kampung mereka menuju ketempat-tempat yang lebih aman.

Menanggapi situasi ini Wakil Ketua III DPR Provinsi Papua Tengah, Bekies Sony Kogoya mengatakan bahwa penanganan pengungsi konflik bersenjata akan segera dilakukan dan tim telah dibentuk untuk turun ke Lokasi konflik, hal ini disampaikannya saat diwawancarai awak media di halaman Kantor DPRP Papua Tengah, Selasa, 27/05/2025.

“Soal penanganan pengungsi kami sudah bentuk tim, jadi dalam waktu dekat kami siap turun ke lapangan,” ungkap Bekies

Menurut Bekies Sony kogoya, untuk ke lokasi pengungsian DPR Provinsi Papua Tengah akan berkomunikasi dengan masyarakat secara langsung supaya mereka dapat ditangani dengan baik.

“Telah kami diskusikan secara internal, dan besok kami bersama anggota DPR dari daerah pemilihan Intan Jaya dan Puncak akan mulai melakukan koordinasi untuk kunjungan kerja ke daerah-daerah tersebut, dan yang menjadi fokus kami menangani persoalan pengungsian serta menyelamatkan  Masyarakat.

Lebih lanjut DPRP Papua Tengah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten. Koordinasi dengan aparat keamanan seperti TNI dan Polri, serta Forkopimda setempat dan juga mendorong kepala daerah di wilayah terdampak konflik agar segera mengajukan status tanggap darurat melalui surat keputusan (SK) kepada Gubernur Papua Tengah.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan jajaran terkait, untuk mempriotitaskan penanganan kemanusiaan. Kami mengutamakan keselamatan masyarakat dahulu dan menyiapkan kebutuhan dasar seperti sembako, perlindungan anak dan perempuan, serta layanan kesehatan ,” jelas Bekies.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *