Nabire, Papua Tengah, Faktanabire.com – Rektor Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, Petrus Tekege, menyampaikan pesan penuh makna kepada 67 peserta Yudisium Fakultas Pertanian dan Peternakan yang resmi dinyatakan lulus pada hari Jumat (10/10/2025).
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan bahwa momentum Yudisium bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal dari perjalanan baru menuju masa depan.
“Hari ini bukan kebetulan. Ini semua karena berkat Tuhan. Untuk itu, mari kita berikan aplaus untuk Tuhan dan untuk kita semua,” ujar Rektor di hadapan para Yudisiawan, orang tua, alumni, serta civitas akademika USWIM.
Sebagai Rektor keempat USWIM, Petrus Tekege menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan para mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh proses akademik hingga dinyatakan lulus.
“Saya percaya, Anda layak menyandang gelar sarjana mulai hari ini, tanggal 10 Oktober 2025. Ini tanggal dan bulan yang manis, yang akan diingat seumur hidup,” katanya disambut tepuk tangan meriah.
Rektor Petrus mengapresiasi semua pihak terutama kepada orang tua dan keluarga yang tanpa henti memberikan dukungan moral maupun material selama masa perkuliahan.
“Kalau hari ini mereka bisa di-Yudisium, itu karena ada dukungan dari banyak pihak, terutama orang tua. Tanpa dukungan itu, belum tentu mereka bisa sampai di titik ini,” tutur Rektor.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran fakultas, mulai dari Dekan, Wakil Dekan, Kepala Tata Usaha, para dosen, staf, hingga seluruh tenaga kependidikan di lingkungan USWIM yang telah bekerja keras mendampingi mahasiswa hingga tuntas.
Pada kesempatan itu, Rektor Petrus Tekege juga berpesan agar para lulusan tidak berhenti hanya pada gelar akademik, tetapi mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh untuk membangun masyarakat.
“Yudisium itu bukan akhir, tapi awal dari perjuangan panjang ke depan. Jangan biarkan ijazah hanya tersimpan dalam map. Ilmu harus dipraktikkan, diterapkan, dan dikembangkan,” tegasnya.
Ia menekankan pentingnya kemandirian dan kreativitas di tengah tantangan dunia kerja.
“Jangan hanya menunggu tes CPNS. Ciptakan pekerjaan sendiri, jadilah motor penggerak bagi kehidupan. Tampilkan diri sebagai petani dan peternak profesional yang berdaya cipta dan berdaya saing,” ujarnya memberi motivasi.
Mengakhiri sambutannya, Rektor mengajak seluruh peserta Yudisium untuk terus berjuang, bekerja keras, dan menjaga nama baik almamater.
“Empat tahun lebih kalian telah berjuang dengan keringat dan air mata. Sekarang saatnya membuktikan bahwa perjuangan itu tidak sia-sia,” tutupnya dengan penuh semangat.
