Sekretaris Dinas Kesehatan Papua Tengah Buka Clinical Mentoring Evaluation Meeting Program HIV

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Obeth Tekege, SKM., M.Kes., saat membuka Clinical Mentoring Evaluation Meeting Program HIV, di Aula Hotel Mahavira, Nabire, Selasa (28/7/2026).

NABIRE, Faktanabire.com – Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Obeth Tekege, SKM., M.Kes., secara resmi membuka Clinical Mentoring Evaluation Meeting Program HIV yang berlangsung pada 28–31 Juli 2026 di Aula Hotel Mahavira, Nabire, Selasa (28/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, ia didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) serta Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah.

Bacaan Lainnya

Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan dari Kabupaten Nabire dan Kabupaten Dogiyai yang berasal dari rumah sakit dan Puskesmas Perawatan, Dukungan, dan Pengobatan (PDP) penyelenggara layanan HIV.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam tata laksana pelayanan HIV, implementasi Test and Treat, pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi Orang dengan HIV (ODHIV), pelayanan laboratorium HIV, serta penguatan pencatatan dan pelaporan melalui aplikasi SIHA 2.1.

Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, Obeth Tekege, menegaskan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi faktor penting dalam memperkuat kualitas layanan HIV di Papua Tengah.

“Peningkatan kapasitas tenaga kesehatan merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkuat mutu pelayanan kesehatan. Kami ingin memastikan masyarakat Papua Tengah memperoleh layanan HIV yang berkualitas, merata, dan berkesinambungan. Dengan tenaga kesehatan yang kompeten, kita dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat,” ujar Obeth Tekege.

Obeth juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kegiatan ini sebagai sarana untuk memperbarui pengetahuan dan meningkatkan keterampilan dalam memberikan pelayanan HIV sesuai standar nasional.

“Saya berharap seluruh peserta mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, berbagi pengalaman, dan menyusun rencana tindak lanjut yang dapat diterapkan di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing. Hasil dari kegiatan ini harus berdampak nyata pada peningkatan kualitas layanan HIV di Papua Tengah,” katanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan Clinical Mentoring Evaluation Meeting Program HIV juga mendukung visi dan misi Gubernur Papua Tengah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, produktif, dan sejahtera melalui peningkatan kualitas pelayanan dasar, khususnya di bidang kesehatan.

Menurut Obeth, penguatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi bagian penting dalam mempercepat akses masyarakat terhadap pelayanan HIV yang bermutu sekaligus mendukung pencapaian target nasional 95-95-95 menuju eliminasi AIDS pada tahun 2030.

Selama empat hari pelaksanaan, peserta akan menerima pembaruan kebijakan program HIV, tata laksana HIV sesuai pedoman nasional, implementasi Test and Treat, kolaborasi TB-HIV, pelayanan laboratorium HIV, praktik penggunaan aplikasi SIHA 2.1, diskusi kasus, berbagi praktik baik (best practice), serta menyusun rencana tindak lanjut untuk meningkatkan mutu pelayanan HIV di setiap fasilitas kesehatan.

Melalui kegiatan ini, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah berharap seluruh fasilitas pelayanan HIV di Kabupaten Nabire dan Kabupaten Dogiyai semakin mampu memberikan pelayanan yang profesional, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Papua Tengah yang sehat, maju, dan sejahtera sesuai arah pembangunan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

Pos terkait