NABIRE, Faktanabire com – Polda Papua Tengah menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Apel Mako Polda Papua Tengah, Kabupaten Nabire, Kamis (1/10/2026).
Upacara tersebut diikuti para Pejabat Utama serta perwakilan personel Polri dan PNS Polda Papua Tengah. Irwasda Polda Papua Tengah, Kombes Pol Dr. Wahyu Kuncoro, S.I.K., M.H., memimpin upacara sebagai Inspektur Upacara mewakili Kapolda Papua Tengah.
Polda Papua Tengah mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini.
Rangkaian upacara berlangsung dengan mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, serta pembacaan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila.
Plt. Kabid Humas Polda Papua Tengah, Kompol Henry J. Manurung, mengatakan peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak sekadar menjadi agenda seremonial.
Menurutnya, momentum tersebut harus mendorong seluruh personel untuk kembali meneguhkan komitmen terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa.
“Pancasila telah menjadi kekuatan yang mempersatukan bangsa Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, bahasa, maupun latar belakang masyarakat. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus senantiasa kita hadirkan dalam setiap sikap, ucapan, dan tindakan, termasuk dalam pelaksanaan tugas sebagai anggota Polri,” kata Henry usai upacara.
Henry menegaskan bahwa Polri memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan kesatuan, memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memberikan pelayanan kepada seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan.
Ia juga menyampaikan pesan Kapolda Papua Tengah kepada seluruh personel agar menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam menjalankan tugas, bukan sekadar hafalan.
“Pesan Bapak Kapolda kepada seluruh personel Polda Papua Tengah agar menjadikan Pancasila bukan hanya sebagai hafalan, tetapi sebagai pedoman moral dalam menjalankan tugas. Khusus di wilayah Papua Tengah yang memiliki keragaman sosial, budaya, dan karakteristik geografis yang sangat kompleks, seluruh personel harus terus membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat,” ujarnya
Henry mengajak seluruh pihak merawat persatuan dengan mengedepankan sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan. Ia menilai keberagaman merupakan salah satu kekuatan bangsa Indonesia yang harus terus dijaga.
“Jangan biarkan perbedaan menjadi alasan untuk terpecah, karena kekuatan bangsa Indonesia justru terletak pada keberagamannya,” tegas Henry.
Ia juga meminta seluruh personel Polda Papua Tengah menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam setiap pelaksanaan tugas. Dengan demikian, Polri dapat terus memberikan rasa aman, menghadirkan pelayanan yang humanis, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kepada seluruh personel, Pancasila harus dijadikan landasan dalam setiap langkah kita, sehingga Polda Papua Tengah mampu terus hadir sebagai institusi yang memberikan rasa aman, pelayanan yang humanis, serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkasnya.
