NABIRE, Faktanabire.com – Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Non-ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah mengikuti Ibadah Oikumene yang berlangsung di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Senin (13/7/2026).
Ibadah mengusung tema “Muna-Muna Papeda: Di Mana Saja Kita Melayani” dengan subtema “Bagi yang Letih Lesu dan Berbeban Berat, Marilah Datang kepada Tuhan Yesus” yang diambil dari Injil Matius 11:28.
Panitia mengawali rangkaian ibadah dengan doa pembuka yang dipimpin Pdt. Matius Bangngi, M.Div. Selanjutnya, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Tengah, Drs. Ignatius Robertus Adii, M.Pd., menyampaikan firman Tuhan. Pdt. Hengki Bonsapia, S.Th. menutup ibadah dengan doa syafaat.
Dalam khotbahnya, Ignatius Robertus Adii mengajak seluruh ASN dan Non-ASN datang kepada Tuhan Yesus dengan hati yang rendah, meninggalkan ego, serta menyerahkan seluruh pergumulan hidup kepada-Nya.
“Mari datang kepada Yesus dengan kelemahlembutan dan kerendahan hati. Tinggalkan ego kita, serahkan seluruh beban kepada Tuhan, karena hanya Dia yang sanggup memberikan kelegaan bagi setiap orang yang letih lesu dan berbeban berat,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Tuhan selalu hadir menyertai umat-Nya di mana pun mereka melayani, baik di lingkungan keluarga, tempat kerja, maupun di tengah masyarakat.
Mengutip Amsal 3:7, Ignatius mengingatkan seluruh jemaat agar tidak menganggap diri paling bijaksana, melainkan tetap takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan. Menurutnya, sikap saling menghormati, menghargai, dan mengasihi merupakan wujud nyata iman dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita dipanggil untuk saling menghormati dan mengakui satu sama lain. Ketika itu dilakukan, maka kita sedang menjalankan amanat Tuhan dalam kehidupan dan pelayanan kita,” katanya.
Pada kesempatan itu, Ignatius juga mengajak seluruh jemaat mendoakan situasi keamanan dan pembangunan di Papua Tengah, terutama di sejumlah daerah yang masih menghadapi berbagai tantangan. Ia menekankan bahwa setiap persoalan harus dibawa dalam doa kepada Tuhan.
Selain itu, ia mengajak ASN dan Non-ASN mendukung program prioritas Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui doa agar seluruh rencana pembangunan dapat terlaksana sesuai dengan kehendak Tuhan.
“Manusia merencanakan, tetapi Tuhan yang menentukan. Karena itu mari kita menopang setiap program pemerintah, keluarga, dan pelayanan kita melalui doa, agar semuanya berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan,” tuturnya.
Menutup renungannya, Ignatius mengajak seluruh peserta menjadikan firman Tuhan sebagai pedoman dalam menghadapi persoalan hidup sekaligus menjalankan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.
Ibadah Oikumene berlangsung dengan penuh sukacita melalui pujian, penyembahan, dan perenungan firman Tuhan. Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat iman, kebersamaan, serta semangat pelayanan ASN dan Non-ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah
