Nabire, 22 November 2025, Faktanabire.com — Pendiri Sekolah Papua Harapan, Wallace Dean Wiley, menegaskan bahwa peresmian Papua Harapan di Nabire bukan sekadar pembukaan lembaga pendidikan, melainkan deklarasi harapan bagi masa depan generasi Papua.
“Hari ini bukan deklarasi institusi pendidikan, tapi hari ini adalah deklarasi harapan. Harapan bahwa anak-anak Papua akan memiliki kesempatan belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensi terbesar mereka,” kata Wiley dalam sambutannya di Ballroom Kantor Gubenur Papua Tengah, Jumat (22/11).
Ia menegaskan bahwa pendidikan yang dibangun Papua Harapan berfokus pada pembentukan karakter sebelum kemampuan akademik. Falsafah itu dirangkum dalam konsep CASH: Character, Attitude, Skill, Habit, yang sekaligus tercermin dalam logo sekolah.
“Kami percaya pendidikan tidak boleh hanya menekankan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan mentalitas. Masa depan Papua bukan hanya ditentukan oleh pengetahuan, tetapi oleh siapa mereka sebagai pribadi,” ujar Wiley.
Pada tahun pertama operasional, Papua Harapan membuka jenjang TK dan kelas 1. Wiley menjelaskan, langkah itu diambil agar pembentukan karakter dapat dimulai sejak usia dini.
“Kami mau mulai dengan usia dini. Betul-betul kami fokus kepada karakter dulu, baru akademik,” tegasnya.
Pengalaman yang sama sebelumnya diterapkan saat mereka mendirikan sekolah Papua Harapan di Sintra pada 2008. Kala itu, mereka menarik delapan anak dari Pogapa untuk mengikuti kelas transisi karena sebagian besar belum bisa berbahasa Indonesia. Hasilnya, sebagian lulusan sekolah tersebut kini berhasil melanjutkan pendidikan hingga ke Amerika dan Jakarta.
“Ada satu yang baru kembali dari Amerika dengan gelar S1. Kami menantikan apa yang Tuhan akan buat melalui mereka, dan kami berharap mereka kembali ke daerah untuk membangun Papua,” ujarnya.
Wiley merinci empat pilar utama pendidikan Papua Harapan:
Karakter (Character): Kami ingin setiap anak bertumbuh menjadi pribadi yang jujur, dapat dipercaya, dan menghargai orang lain. Karakter itu siapa Anda ketika tidak ada yang melihat.
Sikap (Attitude): Pembentukan pola pikir positif, keberanian mencoba, dan semangat pantang menyerah.
Keterampilan (Skills): Pengembangan kemampuan akademik dan keterampilan praktis sesuai talenta anak.
Kebiasaan (Habits): “Kualitas masa depan seseorang ditentukan oleh kebiasaan sehari-harinya,” ujarnya.
Wiley menegaskan bahwa sekolah tidak dapat berjalan sendiri. Karena itu, ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah yang telah mendukung kehadiran Papua Harapan di Nabire.
“Kami membutuhkan dukungan pemerintah dalam hal kebijakan, koordinasi, pengawasan, dan arahan. Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan seluruh jajaran yang telah menyambut kami,” tutupnya.
