NABIRE, FaktaNabire.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nabire, Nancy Worabay, membuka ruang dialog dan memfasilitasi wartawan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mengklarifikasi informasi mengenai dugaan pengusiran wartawan saat hendak melakukan peliputan di lingkungan kantor DPRK Nabire.
Dalam pertemuan tersebut, Nancy Worabay bersama Poppy Maya Amir Sawaka, Dina Prisila Misiro, dan Karel Tabuni menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa yang memicu kesalahpahaman antara lembaga legislatif dan insan pers.
Mereka juga memberikan penjelasan untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat serta memperbaiki komunikasi antara DPRK Nabire dan wartawan.
Nancy menegaskan bahwa pihaknya tidak bermaksud menghalangi tugas jurnalistik. Ia menyatakan bahwa wartawan tetap dapat melakukan peliputan terhadap kegiatan DPRK yang terbuka untuk umum.
“Kami tidak bermaksud menghalangi tugas jurnalistik. Kami mempersilakan wartawan melakukan peliputan jika kegiatannya memang terbuka untuk umum. Apabila kegiatannya tertutup, kami juga akan memberitahukannya,” jelas Nancy, Jumat (9/10/2026).
Ia juga meminta wartawan yang akan melakukan peliputan berikutnya untuk menggunakan kartu identitas pers (ID card) dan memperkenalkan diri kepada pihak terkait.
“Untuk peliputan berikutnya, wartawan harus menggunakan ID card dan memperkenalkan diri,” tambahnya.
Nancy menilai komunikasi yang baik antara DPRK dan insan pers sangat penting untuk mendukung keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Menurutnya, wartawan memiliki peran strategis dalam menyampaikan berbagai kegiatan, kebijakan, serta kinerja lembaga pemerintahan kepada publik.
Melalui pertemuan tersebut, DPRK Nabire berharap dapat memperkuat hubungan kemitraan dengan wartawan sekaligus mencegah kesalahpahaman serupa pada masa mendatang.
Klarifikasi ini juga diharapkan menjadi langkah positif untuk menciptakan suasana kerja yang saling menghormati antara lembaga legislatif dan insan pers, tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan tugas jurnalistik.
Hubungan yang harmonis antara DPRK dan wartawan menjadi bagian penting dalam mendorong keterbukaan informasi publik serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintahan.








