INTAN JAYA, Faktanabire.com — Ketua Pengurus Sekolah Wilayah (PSW) Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Tillemans Kabupaten Intan Jaya sekaligus Pastor Dekan Dekenat Moni Puncak Jaya Keuskupan Timika, Pastor Yance Yogi, Pr., mengapresiasi pelaksanaan Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di Kabupaten Intan Jaya.
Ia menyampaikan Hal tersebut saat menerima kunjungan Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa ke Intan Jaya Dalam kunjungan itu, gubernur melihat langsung aktivitas belajar siswa serta pelaksanaan program SSH, termasuk pelayanan dapur yang menyediakan makanan bagi siswa.
“Pertama-tama, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Gubernur atas dukungannya terhadap Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH),” kata Pastor Yance, Rabu (16/9/2026).
Ia menilai program SSH memberikan manfaat besar bagi sekolah-sekolah YPPK di Kabupaten Intan Jaya. Salah satu sekolah yang menjalankan program tersebut secara aktif adalah SD YPPK Bilogai.
“Program ini sangat membantu kami, khususnya di lingkungan YPPK Kabupaten Intan Jaya. Saat ini, sekolah yang paling aktif di daerah ini adalah SD YPPK, di mana masyarakat dari wilayah-wilayah jauh datang dan bersekolah di sini,” tutur Pastor Yance.
Menurut dia, program tersebut berjalan melalui kerja sama antara PSW YPPK Kabupaten Intan Jaya dan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya. Program itu telah berjalan sekitar satu tahun sejak diluncurkan.
“Sejak diluncurkan setahun yang lalu, program SSH hingga hari ini berjalan dengan sangat baik,” ujarnya.
Pastor Yance menjelaskan, pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. Fasilitas itu meliputi bangunan dapur umum, tempat penampungan air, serta berbagai sarana pendukung sekolah.
“Seluruh fasilitas dapur beserta para karyawan dan karyawatinya kini aktif melayani kebutuhan anak-anak,” katanya.
Ia menyebut jumlah siswa SD YPPK Bilogai telah mencapai 561 anak. Seiring meningkatnya minat masyarakat menyekolahkan anak, jumlah siswa kini bahkan telah menembus lebih dari 600 anak.
Selain mendukung proses belajar, program SSH juga membantu memenuhi kebutuhan gizi siswa. Pihak sekolah bersama mama-mama setempat menyiapkan makanan dengan memanfaatkan bahan pangan lokal dan menu pendukung lainnya.
“Melalui program SSH, anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik. Mama-mama di sini sangat bersemangat memasak untuk mereka,” katanya.
Menu yang disiapkan mencakup makanan lokal seperti keladi, petatas, dan singkong. Dapur juga menyediakan sayuran serta lauk-pauk seperti beras dan daging ayam. Pihak pengelola telah menyusun menu harian dan menyajikannya dalam dua tahap setiap hari.
Pastor Yance juga menyampaikan rasa bangga atas kunjungan Gubernur Papua Tengah yang melihat langsung pelaksanaan program tersebut.
“Kami sangat terharu dan bangga atas kehadiran Bapak Gubernur yang berkenan melihat langsung dapur SSH dan menyaksikan makanan lokal yang disiapkan oleh mama-mama, pihak yayasan, para guru, dan pemerintah daerah,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan bahan pangan lokal dalam program tersebut menunjukkan kepedulian pemerintah dan masyarakat terhadap kearifan lokal sekaligus pemenuhan kebutuhan generasi muda Papua.
“Ini adalah bukti nyata kepedulian kita terhadap kearifan lokal demi masa depan generasi muda Papua. Jika bukan kita, siapa lagi yang akan membangun daerah kita sendiri?” kata Pastor Yance.
Namun, peningkatan jumlah siswa juga menimbulkan persoalan baru. Kapasitas bangunan sekolah yang tersedia saat ini tidak lagi mampu menampung seluruh siswa.
“Kapasitas bangunan sekolah yang ada saat ini sudah tidak mencukupi,” katanya.
Akibat keterbatasan ruang, pihak sekolah terpaksa menggunakan halaman atau ruang terbuka untuk kegiatan belajar mengajar. Sebagian kegiatan belajar juga berlangsung dengan memanfaatkan kantor PSW.
Karena itu, Pastor Yance meminta dukungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya untuk membangun fasilitas sekolah baru.
“Oleh karena itu, selain melaporkan perkembangan program SSH dan rancangan pembangunan yang sedang kami susun, kami sangat berharap kepada Bapak Gubernur, Ibu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Tengah, serta Bapak Bupati untuk dapat segera membantu kami dalam pengadaan dan fasilitas bangunan sekolah yang baru,” ujarnya.
Ia berharap dukungan tersebut dapat memperkuat pelayanan pendidikan dan meningkatkan kualitas pembelajaran bagi anak-anak di Kabupaten Intan Jaya.
“Dukungan ini sangat berarti bagi kami dalam membangun kualitas pendidikan di Kabupaten Intan Jaya,” pungkasnya.








