Nabire, 10 Desember 2025, Faktanabire.com — Front Rakyat Papua (FRP) bersama mahasiswa dan pelajar menggelar aksi memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia di Nabire pada Rabu (10/12/2025).
Aksi ini menyoroti dugaan pelanggaran HAM di Papua yang mereka sebut telah berlangsung selama 64 tahun akibat darurat militerisme, investasi, dan krisis kemanusiaan.
Massa memulai long march dari Pasar Karang menuju Kantor DPR Papua Tengah, Setelah bernegosiasi dengan aparat kepolisian dan sejumlah anggota DPRP Papua Tengah, dan turut mengawal aksi sehingga berjalan tertib sampai tiba di halaman kantor DPR PT.
Wakil Ketua Komisi V DPR Papua Tengah, Anis Labene, menegaskan bahwa lembaganya telah menerima seluruh aspirasi masyarakat.
“Kita sudah menerima aspirasi dari masyarakat. Bukan hanya di Papua Tengah, tapi di seluruh tanah Papua,” ujarnya usai menerima aspirasi di halaman kantor DPR PT, Rabu, (10/12).
Ia menjelaskan bahwa aspirasi yang disampaikan massa bersifat umum dan berkaitan dengan persoalan yang sudah lama diketahui terjadi di berbagai wilayah Papua. DPR Papua Tengah siap menindaklanjuti tuntutan tersebut.
“Tentu apa yang mereka sampaikan adalah hal-hal yang umum. Dengan momentum HAM ini, mereka menyampaikan aspirasi-aspirasi itu, dan kami DPR menyambut baik serta siap memperjuangkannya,” katanya.
Anis juga memberikan apresiasi terhadap pengamanan yang dilakukan Polres Nabire, yang menurutnya berhasil menjaga situasi tetap kondusif.
“Momentum seperti ini biasanya selalu terjadi kekacauan, tetapi kali ini kami mengucap syukur. Polres Nabire bertindak dengan bijak, begitu juga DPR. Masyarakat datang menyampaikan aspirasi dengan martabat, dan mereka pulang dengan damai. Itu yang kami harapkan selalu terjaga di Papua Tengah, rumah kita bersama.” ungkapnya







