Sarasehan Barisan Merah Putih: Wadah Dialog Pemerintah dan Masyarakat Adat

Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Papua Tengah, Yohanes You, wakili Gubernur saat membuka kegiatan Sarasehan Barisan Merah Putih, di Aula RRI Nabire, Kamis 13/11/2015. (Dok. FaktaNabire.com)

Nabire, 13 November 2025, Faktanabire.com — Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Papua Tengah, Yohanes You, wakili Gubernur secara resmi membuka kegiatan Sarasehan Barisan Merah Putih yang digelar oleh DPD Barisan Merah Putih Papua Tengah, di Aula RRI Nabire, (13/11).

Dalam sambutannya, Yohanes You menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan tersebut sebagai wadah dialog konstruktif antara pemerintah daerah, masyarakat adat, dan berbagai elemen sosial lainnya.

Bacaan Lainnya

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada DPD Barisan Merah Putih Provinsi dan Kabupaten atas inisiasi dan penyelenggaraan kegiatan ini. Sarasehan ini merupakan wadah dialog konstruktif antara pemerintah daerah, masyarakat adat, dan sahabat Merah Putih,” ujar Yohanes You saat membuka kegiatan, mewakili Gubernur Papua Tengah.

Ia menegaskan bahwa Papua Tengah sebagai provinsi baru membutuhkan sinergi yang kuat dari seluruh pihak untuk mempercepat pembangunan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Papua Tengah adalah provinsi yang sangat baru. Pembangunannya membutuhkan sinergitas yang sangat kuat. Kita semua sadar bahwa masyarakat adat adalah penduduk utama dan penjaga kearifan lokal bumi Cenderawasih. Oleh karena itu, kebersamaan tetap merupakan kunci sukses masa depan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Yohanes menuturkan bahwa kegiatan seperti ini sejalan dengan visi pemerintah pusat maupun daerah dalam memastikan program pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran.

“Kami berupaya meningkatkan pemahaman bersama mengenai setiap program pembangunan dan menjadi fasilitator utama dalam membangun dialog. Yang terpenting, kita harus membuka ruang bagi eksplorasi dan masukan dari masyarakat, karena kesejahteraan tidak dapat dicapai tanpa partisipasi aktif dari rakyat,” jelasnya.

Ia berharap, sarasehan tersebut tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi dapat menghasilkan rekomendasi dan kebijakan konkret yang bisa ditindaklanjuti bersama antara pemerintah dan masyarakat adat.

“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada diskusi, tetapi dapat menghasilkan rekomendasi dan kebijakan yang konkret. Mari kita saling bertukar pikiran, meneguhkan komitmen, dan bekerja bahu-membahu demi Papua Tengah yang lebih maju,” pungkasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *